Cara Meningkatkan Tanaman dengan Teknologi Bioteknologi

Cara Meningkatkan Tanaman dengan Teknologi Bioteknologi – Pasti Anda sering mendengar kata bioteknologi. Bioteknologi ini sering sekali di manfaatkan di bidang pertanian. Seperti pembuatan kompos ataupun biogas. Manfaat dari bioteknologi ini memang sebagai peningkat hasil pertanian. Seperti di jaman sekarang ini, tentu Anda tidak asing lagi menemui pengolahan lahan pertanian dengan cara modern seperti permulaan tanaman transgenik atau tanaman yang gennya telah di modifikasi sedemikian rupa, kultur jaringan, dan lain sebagainya.
a

Hidroponik dan aeroponik

Hidroponik ialah sebuah istilah yang biasanya di gunakan untuk bercocok tanam dengan menggunakan media tanpa tanah. Lantas bagaimana unsur hara dapat didapatkan oleh tanaman? Caranya dengan melarutkan pupuk organik ke dalam air. Campuran pupuk ini bisa di dapatkan dari pupuk buatan ataupun pupuk dari buatan Anda sendiri. Keuntungan khusus bertanam dengan cara hidroponik ini ialah, tumbuhan akan terbebas dari penyakit dan hama, pertumbuhan tumbuhan akan jauh cepat, mudah dalam pengerjaan, serta tidak memerlukan lahan yang terlampau luas. Selain hidroponik, ada pula aeroponik. Bila penanaman hidroponik masih menggunakan kerikil, untuk aeroponik, tanaman hanya di biarkan tumbuh secara menggantung.

Kultur jaringan

Salah satu teknik ini berguna untuk penghasil bibit tumbuhan namun dalam jumlah yang sangat besar. Ciri dari kultur jaringan ini mereka memiliki sifat yang seragam, waktunya pun juga sangat singkat seperti kelapa sawit dan anggrek. Kultur jaringan ini seringnya memanfaatkan sifat dari totipotensi sel. Artinya setiap sel memang membawa berbagai informasi genetik yang sangat lengkap serta berpotensi berkembang untuk menjadi individu yang lebih lengkap dan baru. Selama kultur jaringan ini berlangsung, faktor seperti temperatur, cahaya, kelembaban sangatlah di atur. Bila nutrisi tersebut cukup maka pertumbuhannya pun akan sempurna.

Transgenik

Tanaman transgenik ialah tanaman yang sudah di susupi oleh DNA yang bersifat asing sebagai pembawa sifat yang di perlukan. DNA ini berasal dari berbagai tumbuhan yang beda jenisnya, untuk menghasilkan tanaman yang bertransgenik, di perlukan teknik genetika serta vektor sebagai pembawa sifat yang di inginkan. Tahapan dari transgenik ini ialah Ti plasmid yang dikeluarkan oleh sel bakteri, di potong di sisi yang spesifik, DNA di poting dengan menggunakan enzim, gen di masukkan dalam plasmid hingga menghasilkan DNA yang bersifat rekombinan, hingga terjadi regeberasi yang akan terus mengalami pembelahan.

Fusi protoplas

Pernahkah Anda mendengar fusi protoplas? Ini merupakan proses secara alami yang berada di tanaman yang bertingkat rendah hingga tanaman tiggi. Ia merupakan gabungan dari protoplas dan protoplas yang lainnnya di berbagai spesies, dan membentuk sel agar bisa tumbuh menjadi sebuah tanaman hibrid. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan penggabungan dari seluruh genom di spesies yang sama atau antar spesies, atau antar spesies namun masih satu famili.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *