Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Delima

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Buah Delima – Delima atau yang bernama latin Punica granatum atau yang dikenal dengan buah pome merupakan buah yang berasal dari Iran dan dikembangbiakkan di Mediterania.

Tanaman dari buah ini dapat tumbuh hingga 5-8 meter. Tanah yang cocok digunakan untuk media tanam adalah tanah yang gembur dan tidak terendam oleh air. Terdapat 3 jenis delima yang dapat ditemui yaitu delima putih, delima ungu dan delima merah dan dapat dikembangkan dengan tunas akar, cangkok ataupun setek.

Tidak hanya sebagai tanaman hias, buah delima juga memiliki berbagai macam khasiat sehingga dibudidayakan. Manfaat yang dapat diperoleh diantaranya yaitu:

  • Mencegah kanker karena terdapat zat antioksidan yang tinggi, vitamin A dan C serta zat besi.
  • Mencegah terjangkit penyakit jantung dengan menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
  • Meningkatkan kekebalan karena dapat memenuhi sekitar 15% vitamin C sesuai dengan kebutuhan harian tubuh.
  • Membantu untuk menyehatkan kulit karena dapat memproduksi kolagen yang baik untuk kulit.
  • Mencegah osteoartritis.
  • Menjaga kesehatan arteri sehingga terhindar dari stroke dan darah tinggi.
  • Membantu untuk mengendalikan berat badan.
  • Mencegah alzaimer.

Untuk memelihara pohon buah delima, Anda dapat melakukan pemupukan di akhir musim kering. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah hama dan tanaman yang dapat menyerang pohon delima kapan saja. Ada beberapa hama dan penyakit Yang sering emnyerang antara lain :

Verachola Isocrates

1

Hama paling berbahaya adalah kupu-kupu delima yang bernama Verachola Isocrates. Kupu-kupu ini merupakan hama penggerek yang mampu mengakibatkan kerugian bagi para petani delima hingga 50%. Buah delima akan terlihat seperti dibor dan menjadi mati buahnya.

Kupu-kupu tersebut akan meninggalkan larva yang ditempatkan pada bunga atau di sisa dari daun kelopak yang berada di atas buah yang nantinya setelah menetas akan masuk ke buah dan menghasilkan banyak lubang. Hasilnya adalah sari buah akan dimakan oleh hewan tersebut dan buah menjadi busuk. Akan tetapi, penanganan untuk hama ini susah untuk diberantas.

Hal tersebut dikarenakan ukuran ulat yang kecil dan sulit untuk dideteksi. Cara mudah untuk melindunginya adalah dengan membungkus buah hingga masak untuk menghindari larva yang masuk ke dalam buah. Penggunaan pestisida harus disesuaikan dengan dosis dan berdasarkan pada pemantauan misalnya berdasarkan pada tahap perkembangan telur diletakkan.

Phonopsis

1Penyakit busuk pada buah delima atau yang disebut dengan Phonopsis dapat menyebar ke buah yang lainnya berdasarkan pada biji buah yang telah terserang. Untuk mengatasi penyakit busuk menyebar ke tanaman delima yang lainnya adalah dengan membuang buah dan juga ranting bunga yang telah terinfeksi oleh penyakit tersebut. Selain itu, penggunaan fungisida dapat dilakukan untuk mengendalikan jamur yang ada di pohon.

Kutu perisai berlilin

1

Selain itu, hama yang sering menyerang pohon delima adalah kutu perisai berlilin atau Ceroplastes sinensis. Pohon delima adalah salah satu inang atau induk dari hama tersebut. Hama yang memiliki panjang sekitar 1-5 mm tersebut dapat mengganggu proses fotosintesis karena menyerap atau menghisap cairan pada tanaman.

Daun yang telah terkena hama ini akan berwarna kuning dan kemudian rontok sebelum waktunya. Untuk pengendaliannya, dapat membersihkan daun dengan cara mengusapkan tisu atau kapas dengan air sabun dan segera buang daun yang telah mati.

Pengendalian dan pemberantasan menggunakan insektisida secara-langsung kurang berpengaruh atau kurang ampuh karena hama ini memiliki kulit yang menyerupai lilin. Oleh karena itu, pengendalian dan juga pemberantasan dapat dilakukan dengan pemberian insektisida-sistemik.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *