Cara Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Wortel  

Wortel merupakan jenis tanaman dari genus Daucus dan merupakan tanaman biennical yaitu tanaman yang memiliki siklus hidup sekitar 12-24 bulan. Tanaman ini yang menyimpan sejumlah karbohidrat yang besar yang digunakan untuk tumbuh dan berbunga pada tahun kedua. Wortel memiliki batang bunga yang dapat tumbuh hingga mencapai 1 m dengan bunga yang berwarna putih. Tanaman ini terkenal bagus untuk menjaga kesehatan mata karena mengandung vitamin A yang tinggi.

1

Hama dan penyakit dapat mengancam pertumbuhan tanaman dan hasil yang tidak maksimal. Ulat tanah merupakan salah satu hama yang menyerang wortel. Hewan bernama ilmiah Agrotis ipsilon Hufn atau yang disebut dengan nama uler lutung atau hileud taneuh atau cutworms ini berwarna coklat hingga hitam dengan panjang sekitar 4-5 yang bersembunyi di bawah tanah.

Ciri dari tanaman yang terkena hama ini adalah tanaman wortel yang masih muda akan layu dan terkulai. Untuk pengendaliannya dilakukan dengan mengambil ulat secara manual di pagi atau siang hari, menjaga kebersihan kebun dan juga pergiliran tanaman. Pengendalian dengan cara kimia yaitu dengan insektisida jenis Indofuran 3G atau Furadan 3G saat tanam.

Hama lainnya yang biasanya menyerang wortel yaitu:

  • Kutu daun atau Aphis spp. Hama ini berada di bawah daun atau di pucuk tanaman. Tanaman yang telah terkena hama ini akan membuat daunnya keriting dan abnormal. Cara pengendaliannya yaitu dengan mengatur waktu tanam bersamaan dalam 1 hamparan lahan.
  • Lalat atau magot atau Psila rosae yang dapat menyebabkan tanaman wortel berlubang dan tidak bagus. Pengendalian dengan cara pergiliran tanam atau dengan insektisida Desis 2.5 EC.

Penyakit yang biasanya menyerang wortel adalah bercak daun cercospora yang diakibatkan oleh jamur cercospora carotae (pass.) solheim. Jika tanaman wortel terkena penyakit ini, maka daunnya akan timbul bercak coklat tua atau terdapat warna putih di pinggiran bercak tersebut. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu:

  • Disinfeksi benih dengan menggunakan larutan fungisida dengan kandungan tembaga klorida 1/mill selama 5 menit.
  • Pergiliran tanam dengan tanaman yang bukan se-famili dengan wortel.
  • Membersihkan sisa tanaman sekitar kebun.
  • Penyemprotan fungisida misalnya dengan Dithane M-45 0.2%.

Penyakit wortel lainnya dan cara penanggulangannya yaitu:

  • Nematoda bintil akar disebabkan mikroorganisme jenis nematoda sista sehingga umbi dan akar menjadi salah bentuk dan terdapat benjol yang abnormal. Cara pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman lainnya yang tidak se-famili atau tidak sekeluarga, pemberian lahan dan menggunakan nematisida misalnya Rhocap 10 G atau Rugby 10 G.
  • Busuk alternaria yang disebabkan oleh jamur Alternaria dauci Kuhn. Daun akan terdapat bercak kecil berwarna coklat tua hingga hitam dan dikelilingi warna hijau kuning. Pengendalian misalnya dengan disinfeksi benih selama 5 menit dengan menggunakan larutan fungisida dengan kandungan tembaga klorida 1/mil.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *