Cara singkat budidaya temulawak menggunakan polybag

Cara singkat budidaya temulawak menggunakan polybag – Temulawak (curcuma xanthorriza) merupakan tanaman dari golongan suku temu-temuan yang dapat bermanfaat untuk di jadikan obat herbal. Nilai ekonomis temulawak juga cukup menjanjikan, di Indonesia sendiri sudah banyak yang membudidayakan tanaman temulawak sebagai ladang bisnis yang cukup menjanjikan.

1

Tanaman temulawak sebagian besar di budidaya pada benua  asia tenggara seperti Indonesia, Thailand,Vietnam dan sudah mulai menyebar ke benua amerika. Biasanya temulawak dimanfaatkan sebagai racikan obat herbal, yang berguna untuk  menjaga kesehatan hati, menjaga radang sendi, menurunkan lemak darah, mengatasi penyakit maag, melancarkan pencernaan , menyehatkan jantung, mengatasi kanker, mengatasi gangguan ginjal dan dapat menambah nafsu makan.

Selain aspek bisnis ternyata manfaat temulawak untuk kesehatan sangat beragam, di lihat dari manfaatnya , maka tanaman temulawak ini sangat cocok untuk di budidayakan disekitar rumah kita. Jika anda ingin mencoba membudidayakan tanaman ini namun tidak mempunyai lahan yang cukup besar, tanaman temulawak ini dapat kita budidayakan pada media polybag atau pot. Berikut adalah cara singkat budidaya temulawak menggunakan polybag yang mungkin dapat menjadi refrensi anda dalam bercocok tanam.

Langkah pertama dalam membudidayakan temulawak ialah pembibitan. Proses pembibitan dapat di lakukan dengan cara memilih rimpang induk  besar yang berumur 10-12 bulan ,tanaman induk di bongkar dan bersihkan akarnya dari tanah, induk rimpang yang sudah di bersihkan di belah menjadi 3-4 bagian dengan 2-3 mata tunas, jemur potongan rimpang selama 3 jam setiap hari selama 5 hari bertutut-turut. Jiak sudah di jemur selama 5 hari bibit siap untuk di tanam.

1. PERSIAPAN MEDIA TANAH DAN POLYBAG.

Langkah kedua adalah mempersiapkan media tanam , tanah, pupuk dan polybag. Saipkan tanah gembur, kompos, dan pupuk organic, campur ketiga bahan tadi samapi merata lalu isikan tanah campuran pupuk tadi ke dalam tiap polybag yang berukuran sedang.

Langkah ketiga adalah mempersiapan bibit yang sudah di buat tadi untuk di tanam pada polybag yang sudah berisi tanah gembur campuran pupuk kompos dan pupuk organic. Lubangi polybag sedalam 10 cm dan tanam bibit temulawak dengan tunas menghadap ke atas, lalu timbun dengan tanah gembur lagi, setelah itu siram tanaman dengan air secukupnya.

2. PENGAIARAN DAN PEMUPUKAN.

Pengairan tanaman temulawak pada saat awal tumbuh dapat di lakukan setiap hari pagi dan sore dengan air secukupnya. Setelah  tanaman temulawak tumbuh besar, penyiraman dapat di lakukan sekali tiap hari. Untuk pemupukan sendiri lebih baik menggunakan pupuk yang alami saja seperti kompos atau pupuk kandang, guna menghasilkan tanaman temulawak yang alami.

Pemupukan dapat di lakukan 1 minggu sekali dengan cara menggaruk tanah sekitar tanaman lalu taburkan pupuk kandang secukupnya dan timbun taburan pupuk kandang menggunakan tanah hasil garukan tadi lalu siram dengan air.

Tanaman temulawak dapat di panen setelah usia antara 8-10 bulan , jika media tanam kita polybag kita dapat memanen temulawak kapan saja tanpa menunggu musim kemarau tiba. Cara memanen dengan cara membongkar pohon temulawak kemudian bersihkan  tanahnya dan potong rimpang anakan  dari rimpang induk, cuci  dan keringkan lalu simpan temulawak pada tempat yang kering.

Nah itulah cara singkat budidaya temulawak dalam polybag, yang sengaja saya tekankan dengan penanaman alami tanpa pupuk kimia. semoga dapat membantu anda dalam membudidayakan tanaman temulawak. Selamat mencoba.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *