Cara Super Budidaya Ikan Nila

Cara Super Budidaya Ikan Nila – Nila merupakan salah satu jenis ikan yang populer di Indonesia. Ikan ini banyak dijadikan sasaran budidaya karena selain mudah dikembangbiakkan juga profitnya lumayan tinggi. Ikan yang hidup di air tawar ini pertumbuhannya bisa dibilang lumayan cepat, jadi masa penen juga singkat.

nilaa

Ikan ini bisa tumbuh dengan berat mencapai 1 kilogram. Selain itu Nila tergolong ikan yang fisiknya kuat. Bisa dibudidayakan di berbagai jenis atau macam media mulai dari kolam batu bata, jaring apung, karamba, sampai yang paling mudah menggunakan media kolam terpal.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pertumbuhan dari ikan nila. Ikan nila memiliki beberapa fase, yakni fase anakan, fase dewasa, dan fase indukan. Fase anakan ikan nila berumur kurang dari 4 bulan. Sedangkan umur 4 – 5 bulan sudah masuk ke fase dewasa. Setelah fase dewasa, ikan nila bisa dibudidayakan untuk indukan. Saat ikan nila berumur 1 tahunan, itulah fase terbaik untuk bisa menghasilkan telur atau larva dalam jumlah maksimal.

Berikut beberapa tahan budidaya ikan nila super yang bisa anda coba.

  1. Pemilihan Benih

Pemilihan benih ikan nila merupakan salah satu faktor terpenting dalam budidaya nila. Usahakan untuk memilih benih dari nila jantan, karena ketahanan fisik ikan nila jantan 40 % lebih tinggi dibanding dengan nila betina.

Jika ingin melakukan pembibitan, maka usahakan pilih nila yang berkelamin ganda, dibandingkan dengan menggunakan campuran nila jantan dan betina. Karena nila berkelamin ganda memiliki sifat mudah memijah.

  1. Persiapan Kolam

Tahap kedua yang harus dilakukan adalah mempersiapkan kolam untuk budidaya. Kolam nila bisa dibuat dari berbagai macam bahan mulai dari kolam batu bata semen, kolam tanah, sampai dengan kolam terpal, dan jaringan apung.

Masing-masing kolam memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun ada satu yang lebih mudah dan murah, yakni kolam tanah. Selain biaya untuk membuatnya sangat terjangkau, juga bisa tumbuh berbagai macam makhluk hidup di sana sebagai tambahan pakan alami untuk ikan nila.

  1. Penebaran Benih

Setelah kolam siap, benih ikan nila langsung bisa ditebar. Padat tebar kolam sebanyak 15 hingga 30 ekor per m2. Asumsinya, jika bibit yang ditebar memiliki berat 10 hingga 20 gram per ekor, maka saat dipanen akan memiliki ukuran 300 gram per ekor.

Namun sebelum menebar secara masal harus dilakukan adaptasi untuk mengetahui apakah ikan bisa hidup dengan baik di kolam yang telah dibuat atau tidak. Caranya masukkan ikan dalam wadah yang dibuka tutupnya, kemudian masukkan ke dalam kolam. Biarkan sampai ikan keluar sendiri ke kolam.

  1. Pemeliharaan

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam tahap pemeliharaan ikan nila. Yang pertama adalah pengelolaan air. Air harus dipantau kejernihan, kadar oksigen, dan PHnya. Jika air sudah mulai keruh dan mengeluarkan bau busuk, maka usahakan untuk mengganti air tersebut dengan air yang baru.

Yang kedua adalah pakan. Usahan untuk memberikan pakan pelet pada nila dengan kadar protein 20 sampai 30 persen. Ikan nila membutuhkan asupan makanan sebesar 3 % dari bobot tubuhnya.

Dan yang ketiga adalah masalah hama dan penyakit. Walaupun ikan nila ini tahan banting, namun harus tetap dijaga kesehatannya agar terhindar dari hama penyakit.

  1. Panen

Pemanenan ikan nila bisa dilakukan dalam waktu 4 hingga 6 bulan, atau tergantung kebutuhan pasar. Pada usia 4 sampai 6 bulan, bobot ikan nila bisa mencapai 300 hingga 500 gram per ekor.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *