Cara Tepat Mengukur Perjalanan Waktu yang Ada di Bumi

Bumi yang begitu luas memiliki perbedaan jarak dan waktu yang signifikan. Hal ini tentu akan menimbulkan dampak bagi manusia. Ambil contoh ketika Anda memiliki janji bertemu dengan kawan yang berada di belahan bumi lainnya.

a 83

Anda tidak bisa hanya mengatakan, “Kita akan bertemu tiga hari lagi” tanpa memberitahukan secara rinci, tanggal, jam, serta lokasinya. Lalu, pertanyaan baru muncul, bagaimana cara mengukur perjalanan waktu di bumi? Ada tiga cara sederhana untuk mengukur perjalanan waktu di bumi dengan metode alami. Berikut uraian untuk menjelaskannya. Simak yuk…

Perbedaan siang dan malam

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, perbedaan siang dan malam di antara belahan bumi juga bisa menjadi patokan perjalanan waktu yang ada di bumi. Bumi terus berputar mengelilingi matahari maupun berputar sendiri pada poros bumi.

Ketika di bumi bagian selatan terjadi siang, di belahan bumi utara terjadi malam. Begitu seterusnya berlaku untuk bagian bumi barat dan timur. Inilah yang menjadi acuan, para nenek moyang membuat 24 jam waktu dalam satu hari. Membaginya ke dalam jam, menit dan detik.

Siklus bulan

Perjalanan waktu di bumi juga bisa dilihat dan dipengaruhi oleh siklus bulan. Bulan sebagai satelit bumi, terus berputar mengelilingi bumi dalam sebuah perjalanan siklus selama kurang lebih 28 hari. Setiap satu kali perjalanan fase bulan selesai, maka di bumi akan terjadi pergantian bulan baru.

Nah, fase bulan ini lebih populer dengan 12 bulan dalam hitungan masehi seperti Januari, Pebruari, Maret, April, dan seterusnya hingga Desember.

Perbedaan musim

Dalam menghitung perjalanan waktu di bumi, manusia juga menggunakan pergerakan bumi yang terus mengelilingi matahari sebagai siklus tahun. Para nenek moyang menghitung bahwa siklus revolusi bumi atau ketika bumi mengelilingi matahari terjadi selama kurang lebih 365 hari.

Baca Artikel Lainnya :

Saat revolusi bumi ini, perbedaan musim di masing-masing daerah pun bisa dijumpai. Pada wilayah beriklim sedang terdapat 4 jenis musim yaitu musim dingin, musim panas, musim gugur dan musim semi. Sementara di wilayah tropis seperti Indonesia, hanya terdapat dua musim saja. Yakni, musim hujan dan musim kemarau.

Uraian di atas menjelaskan bagaimana manusia pada masa lalu telah memiliki peradaban yang berkembang pesat untuk menghitung perjalanan waktu di bumi. Hingga kini di peradaban modern, kita mengenal jam, menit, detik, tanggal, tahun dan memanfaatkannya untuk mengenang momen-momen bersejarah. Nah, terbukti mudah kan cara menghitung perjalanan waktu di bumi?

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *