Catatan Sejarah Tragedi Trisakti 1998

Pada tanggal 12 Maret 1967 Presiden Soekarno diturunkan dari kepemimpinannya, kemudian dilanjutkan oleh pengangkatan Soeharto sebagai presiden baru. Masa kepemimpinan Soeharto rakyat Indonesia memiliki keterbatasan dalam segala hal, termasuk untuk mengajukan protes.

fu 5

Tindakan kecil yang berhubungan dengan upaya protes maupun kritikan akan mendapatkan sanksi yang sangat tegas. Sehingga upaya protes yang diajukan oleh kalangan mahasiswa mendapatkan tekanan dan pembatasan keras.

Hingga kemudian pada tanggal 27 Juli 1996, markas besar PDI Perjuangan yang terletak di daerah Jakarta Pusat mengalami penyerangan. Penyerangan tersebut dilakukan oleh pihak bersenjata yang ditugaskan oleh presiden Soeharto.

Penyerangan terjadi karena adanya anggapan bahwa Megawati Soekarno putri selaku ketua umum partai PDI Perjuangan. Dianggap sebagai sosok yang berbahaya pada masa pemerintahan Orde Baru sehingga harus ditindak secara tegas. Kemudian kemarahan publik terjadi setelah adanya pemilu pada tahun 1997 yang waktu itu dimenangkan oleh partai Golkar.

Kemenangan dengan perolehan suara sekitar 75% dan tercium aroma kecurangan, sebab rakyat mengharapkan sebuah perubahan. Hal ini kemudian memicu terjadinya protes besar-besaran dari berbagai kalangan, terutama dari kalangan mahasiswa. Atas kejadian tersebut kemudian terjadilah sebuah peristiwa mengerikan yang diabadikan dalam sejarah bangsa. Yakni terjadinya tragedi Trisakti, tepatnya pada tanggal 12 Mei 1998.

Sejarah Bagaimana Terjadinya Tragedi Trisakti

Pada tanggal 12 Mei 1998 menjadi sebuah titik balik pemerintahan di Indonesia, dari masa Orde Baru menuju ke masa Reformasi. Kemarahan rakyat dipicu dengan terpilihnya kembali Presiden Soeharto menjadi presiden karena partainya, yakni Golkar, menang lagi dalam pemilu.

Hal ini menjadikan Soeharto menjabat kembali sebagai orang nomor satu di Indonesia untuk ke tujuh kalinya. Sementara pembangunan kabinet pembangunan VII terdiri dari kroni Soeharto. Kemudian juga ditambah lagi dengan diangkatnya B.J Habibie menjadi wakil presiden yang dianggap sebagai anak dari Soeharto.

Beberapa pekan sebelumnya, kerusuhan kalangan pelajar pecah di daerah Medan, dimana terjadinya aksi demonstrasi atas kepemimpinan Soeharto kembali. Aksi demonstrasi semakin santer dilakukan dengan adanya dukungan rakyat yang menghendaki adanya perubahan reformasi di Indonesia secara total.

Aksi demonstrasi ini tidak pernah surut, sebab pihak pemerintah melakukan serangan yang mempertegas kekuasaannya. Dimulai dari meninggalnya seorang pelajar yang diakibatkan oleh petugas kepolisian yang melemparkan gas air mata. Kemudian disusul dengan kebijakan pemerintah menaikkan tarif listrik sebesar 300% dan harga BBM sebesar 70%.

Kemudian Soeharto menjelang keberangkatannya ke Group of Summit di Kairo, Mesir, yakni pada tanggal 9 Mei 1998. Terlebih dahulu beliau memberikan sebuah pernyataan yang dimuat di surat kabar Suara Pembaharuan. Beliau mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi yang terjadi secara terus-menerus justru akan menghalangi proses perkembangan bangsa.

Namun kepergian Soeharto tidak berlangsung lama sebab harus segera kembali karena Jakarta tengah berada di kondisi kritis. Dimana terjadi aksi penembakan yang menewaskan empat mahasiswa universitas Trisakti.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *