Ciri Hutan Produksi yang Bisa Dikonversi

Hutan merupakan sumber dari paru-paru dunia dan dapat dibagi menjadi beberapa jenis misalnya dari fungsinya. Fungsi utama dari hutan adalah sebagai hutan konservasi, hutan lindung dan juga hutan produksi. Hutan konservasi berfokus pada perlindungan ekosistem, flora dan fauna yang ada di dalamnya dan melestarikannya agar tidak menjadi punah.

1

Hutan lindung berfungsi berfokus untuk melindungi dan memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan dan alam sekitar. Hutan produksi adalah kawasan hutan yang memiliki fungsi utama untuk memproduksi hasil hutan misalnya rotan.

Ciri dari hutan produksi diantaranya yaitu:

  • Terdapatnya satu jenis pohon atau tanaman di dalam 1 kawasan misalnya hutan jati, hutan karet, hutan rotan.
  • Dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.
  • Memiliki area yang relative luas karena digunakan untuk menanam pohon untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  • Jenis hutan ini biasanya dimiliki oleh pemerintah baik pusat atau pemerintah daerah atau PT yang besar.
  • Dalam pemanfaatannya dan penggunaannya sangat diawasi oleh pihak terkait.

Hutan produksi yang digunakan untuk memproduksi hasil hutan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk kepentingan konsumtif tersebut biasanya berada di batas dari suatu HPH atau Hak Pengasuhan Hutan. Hutan produksi dibedakan menjadi 3 macam yaitu:

  • Hutan produksi tetap atau HP. Hutan ini dapat dieksploitasi dengan cara melakukan tebang pilih atau tebang habis.
  • Hutan produksi terbatas atau HPT adalah hutan yang hanya dapat dieksploitasi dengan cara melakukan tebang pilih. Hutan jenis ini dialokasikan untuk dapat memproduksi kayu dengan jumlah yang rendah dan biasa hutan ini berada di pegunungan dengan lereng curam sehingga menyulitkan kegiatan pembalakan.
  • HPK atau hutan produksi yang dapat dikonversi.

Hutan produksi yang dapat dikonversi atau HPK atau disebut juga dengan hutan konversi adalah hutan yang ditetapkan dengan tujuan dan untuk kepentingan dari pembangunan yang berada di luar bidang kehutanan misalnya untuk transmigrasi, perkebunan, pertambangan, pencetakan sawah baru, peternakan. Ciri dari hutan konversi atau hutan produksi yang dapat dikonversi yaitu:

  • Kawasan hutan yang memiliki faktor kelas lereng jenis, intensitas hujan dan tanah setelah masing-masing dikalikan angka penimbang yang mempunyai nilai 124 atau dengan nilai kurang selain hutan pelestarian alam dan suaka alam.
  • Kawasan hutan yang dapat digunakan untuk pengembangan pemukiman pertanian, transmigrasi dan perkebunan.

Namun, terdapat kendala yang dihadapi untuk mengembangkan hutan yang ada di Indonesia sehingga dapat digunakan secara maksimal termasuk hutan produksi yang dapat dikonversi. Beberapa masalah diantaranya adalah masih terdapatnya sistem pertanian dengan ladang berpindah sehingga jumlah hutan menjadi berkurang, terjadinya kebakaran hutan, reboisasi yang gagal dan berkurangnya jumlah hutan yang dikarenakan jumlah pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Salah satu cara mengatasinya adalah pemegang dari HPH dikenakan iuran untuk dana jaminan reboisasi untuk dapat menghutankan kembali dan mempertahankan kondisi hutan.

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *