Definisi dan Ide Sentral Perencanaan Penggunaan Lahan

Definisi dan Ide Sentral Perencanaan Penggunaan Lahan  – Pemahaman dasar yang telah dibuat oleh Kelompok Kerja Terpadu Perencanaan Penggunaan Lahan dinyatakan sebagai berikut: Perencanaan penggunaan Lahan merupakan suatu proses berulang-ulang yang didasarkan pada dialog antara semua yang mempunyai kepentingan yang bertujuan untuk menenegosiasi dan hasil dari keputusannya digunakan untuk penggunaan lahan secara berkelanjutan hal ini dilakukan pada daerah pedesaanyang meliputi: memulai dan memantau pelaksanaannya.

Untitled

Dalam penggunaan lahan yang dilakukan kelompok masyarakatyang menggunakan lahan dan tanah tanpa disadari atau tidak harus mempertimbangkan perencanaan. Dalam Penggunaan lahan tidak hanya mempertimbangkan produksi saja, tetapi juga memikirkan fungsi lahan seperti kawasan lindung, rekreasi lahan, pembangunan jalan, sisi pembuangan limbah dan daerah terlarang seperti tempat pembuangan gas, area untuk regenerasi tanah, dll. Perencanaan penggunaan lahan tidak hanya dilakukan oleh pihak pemerintah saja yang mempunyai  berwenang mengintervensi atau sebagai hasil dari pengembangan kerjasama proyek. Perencanaan penggunaan lahan juga terjadi di setiap masyarakat. Ini berkaitan dengan kasus-kasus yang terjadi dalam rangka meningkatkan pemanfaatan lahan dan untuk mempertahankan sumber daya alam. dahulu, keputusan yang dibuat dalam penggunaan tanah telah mengakibatkan degradasi sumber daya lahan, atau ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan sumber daya tersebut. Di sini, perencanaan penggunaan lahan dipahami sebagai instrumen dari kerjasama teknis yang digunakan, yaitu :

  1. Pengelolaan sumber daya (kehutanan, sistem produksi)
  2. Kompatibel dengan sumber daya dan agroforestry, padang rumput
  3. Manajemen, perlindungan alam dan pengendalian erosi)
  4. Pembangunan daerah pedesaan
  5. Dukungan masyarakat dan pembangunan desa
  6. Konsultasi pemerintah

Perencanaan penggunaan lahan dalam kerjasama teknis adalahproses berulang-ulang yang didasarkan pada kesepakatan semua peserta.Hal ini bertujuan untuk mengambil keputusan padabentuk penggunaan lahan berkelanjutan di daerah pedesaan daninisiasi tindakan yang tepat untuk implementasidan pemantauan.

Pemahaman dasar ini berisi definisi sebagai berikut:

  • Elemen inti dalam perencanaan penggunaan lahan adalah kesepakatan di antara semua peserta untuk mencapai keputusan berdasarkan konsensus. Tugas utama dari perencanaan penggunaan lahan ini adalah untuk mendampingi dan memotivasi para peserta dan masyarakat terpengaruh dalam rangka untuk mencapai rekonsiliasi kepentingan mengenai sumber daya lahan, jenis dan tingkat penggunaan lahan.
  • Pembelajaran dan negosiasi proses diskusi yang berorientasi antara peserta yang mengarah pengembangan perencanaan dan untuk mempertahankan hubungan koperasi di tingkat lokal.
  • Peserta dalam perencanaan penggunaan lahan yang langsung dan tidak langsung pengguna lahan, serta mereka yang terkena konsekuensi kegiatan pemanfaatan lahan. Kelompok lain dibentuk oleh orang-orang yang sering memiliki pengaruh politik atauekonomi; termasuk pemerintah, organisasi, perantara, industri pengolahan produk pertanian,Namun, kelompok sasaran yang paling penting dalam penggunaan perencanaan lahan terdiri dari pengguna tanah langsung.
  • Proses Perencanaan Penggunaan Lahan mencakup semua langkah yang terdiri dari pengumpulan data dan informasi pengolahan, analisis, pembahasan dan evaluasi sampai ke negosiasi untuk mencapai kesepakatan mengenai bentuk penggunaan lahan untuk dipraktekkan. Ini termasuk prasyarat untuk mempersiapkan, memulai dan melaksanakan rencana tersebut. Namun, dalam konteks kerjasama teknis, selama Proses Perencanaan Penggunaan Lahanbelum tentu semua langkah yang direncanakan akan dilakukan secara menyeluruh.
  • “Iterasi” berarti menempatkan hasil keputusan. membuat proses dalam praktek dan mengubahnya menjadi situasi tertentu langkah demi langkah dalam perencanaan. Hal inimerupakan suatu proses berulang untuk mencapai hasil yang optimal. Perkembangan baru dan pengetahuan yang didapat selama proses perencanaan akan digabungkan dan mungkin memerlukan revisi dan update. Hal ini dapat mengakibatkan pengulangan Langkah-langkah yang telah diambil seperti prosespendataan ulang, analisis, pembahasan dan keputusan.
  • Perencanaan penggunaan lahan yang paling utama adalah proses klarifikasi dan orang-orang yang mempunyai sifat yang optimis ingin mengubah keadaan dan mempersiapkan masa depan dengantindakan yang sistematis. Bagian inti dari proses perencanaan karena itu adalah Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan rencana tersebut. Waktu perencanaan terkait dengan fisik / geografis / ekologis perencanaan daerah, dan keduanya saling tergantung.
  • Daerah pedesaan, berbeda dengan daerah perkotaan yang ditandai dengan produksi pertanian dan kehutanan yang relatif lebih rendah dan bangunan kepadatan. Infrastruktur, fasilitas atau jasa memiliki kepentingan yang relatif rendah dibandingkan dengan daerah perkotaan.

Pemanfaatan lahan dianggap berkelanjutan bila antara sosial dan lingkungan kompatibel sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *