Definisi Pupuk Hayati dan Bagaimana Pembuatannya?

Definisi Pupuk Hayati dan Bagaimana Pembuatannya? – Mungkin sering kali kita menemukan jika pupuk hayati diartikan sama seperti pupuk organik. Padahal sebenarnya kedua pupuk ini berbeda, bahkan bisa berakibat fatal apabila dalam penggunaannya di temukan kesalahan. Pupuk hayati sendiri merupakan segerombolan dari organisme yang aktivitasnya mampu memperbaiki kesuburan tanah. Dalam kenyataannya sering di temukan pupuk organik mengandung mikroorganisme yang bisa di katakan sebagai pupuk hayati, akan tetapi untuk pupuk hayati kondisi mikro organismenya di haruskan memiliki kualitas tertentu.

a

Fungsi pupuk hayati

Pupuk hayati ini memiliki fungsi utama dalam pembudidayaan tanaman, beberapa fungsi tersebut ialah:

  • Membantu dalam memperbaiki kondisi tanah, secara fisik biologi, maupun kimia,
  • Sebagai pengurai sisa zat organik yang berfungsi sebagai nutrisi untuk tanaman,
  • Penekan pertumbuhan organisme perusak tanaman, ia mampu berkompetisi dengan patogen yang berada di tanaman, sehingga tumbuhnya patogen ini dapat di tekan sedini mungkin,
  • Mengeluarkan zat pengatur yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman, dengan mengatur berbagai jenis hormon,
  • Penambat unsur hara N, yang sangat berguna bagi tanaman.

Penggunaan pupuk hayati

Di pasaran, pupuk ini biasanya memang di jual jauh lebih mahal, karena pupuk ini bisa di fungsikan sebagai biang, dan petani bisa memperbanyaknya sendiri. Pupuk ini di aplikasikan di daun, tanah, batang, akar, bahkan benih. Biasanya para petani mengaplikasikan pupuk ini di tanah yang mempunyai kandungan organik yang sangat tinggi. Hal ini di karenakan, pada tanah yang memiliki sedikit kandungan organik, berbagai mikroorganisme yang berada di pupuk ini tidak bisa berkembang, hanya akan mati, untuk penggunaan pupuk hayati di tanah yang tidak memiliki kandungan organik, lebih baik di padukan dengan pupuk yang lainnya.

Indikator penentu kualitas pupuk hayati

Tidak semua pupuk hayati memiliki kualitas yang sama, berbagai indikator penentu untuk kualitasnya sendiri, antara lain:

  • Jumlah mikroorganisme, jumlah mikroorganisme yang berada di dalam pupuk haruslah di ukur dengan baik, karena kekurangan aktivitas organisme bisa membuat tanaman tidak akan berkembang,
  • Bahan pembawa, bahan pembawa ini berfungsi sebagai media untuk tempat hidup organisme,
  • Masa kadaluarsa pupuk, sebagai mestinya makhluk hidup, mikroorganisme yang berada di dalam pupuk juga memiliki siklus kehidupan,
  • Jenis mikroorganisme, hal ini dikarenakan tidak semua mikroorganisme memiliki pengaruh yang positif.

Cara membuat pupuk

Anda bisa membuat pupuk sendiri di rumah, dengan cara:

Bahan:

  • Tanah, 1 kg
  • Daun bambu kering, 1kg
  • Dedak, 2 kg
  • Sekam, 5kg
  • Air, 6 liter

Cara membuat:

  1. Masukkan segala bahan ke dalam ember,
  2. Aduk hingga semua bahan tercampur dengan rata,
  3. Tutup dengan rapat, diamkan selama 30 hari,
  4. Buka tutup ember dan campur kembali, 5 hari sekali.

Baca Artikel lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *