Facoemulsifikasi, Solusi Mengobati Katarak Tanpa Resiko Berat

Facoemulsifikasi, Solusi Mengobati Katarak Tanpa Resiko Berat – Katarak merupakan penyakit pada mata yang merupakan penebalan pada lensa mata dan menyebabkan kebutaan pada jutaan orang di dunia. Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengerti bahaya yang mereka hadapi akibat penyakit katarak, sehingga sebagian besar masyarakat belum menjalani operasi katarak.

1

Penyakit katarak sangat mengganggu penderitanya. Hal ini diakibatkan keruhnya mata yang menghalangi pandangan dan bahkan menyebabkan kebutaan. Cara yang paling dikenal untuk menyembuhkannya adalah dengan operasi pengangkatan lensa mata yang sangat menyakitkan.

Mata akan dibedah untuk diambil lensa mata yang telah keruh, kemudian diganti dengan lensa tanam baru. Saat ini, telah ditemukan metode yang efektif dan efisien untuk mengobatinya, yaitu dengan Facoemulsifikasi.

Facoemulsifikasi membuat penderita katarak tidak harus menjalani operasi besar dan lama, hanya dibutuhkan 7-10 menit untuk melakukannya.

Tahap awal yang dilakukan adalah melakukan aayatan di kornea mata, kemudian digunakan alat yang dinamakan probe phaco untuk menghancurkan lensa mata yang keruh, menyedot hancuran tersebut serta menggantinya dengan implan lensa intraokular.

Probe phaco mengeluarkan gelombang ultrasonik untuk menghancurkan lensa menjadi kepingan kecil, serta juga berfungsi mengeluarkannya. Alat ini hanya berukuran 3 mm sehingga tidak diperlukan sayatan yang lebar.

Operasi Facoemulsifikasi tidak memerlukan jahitan sebagaimana operasi dengan metode sebelumnya. Pasien hanya diberikan obat tetes mata agar tidak terjadi infeksi pada mata.

Selain itu, pasien diharapkan mengendarai kendaraan dengan resiko terkena debu, seperti naik motor.

Pasien juga diharuskan memakai kacamata pelindung dan rawat jalan seminggu sekali. Dan pastikan bahwa mata tidak terkena air 3-7 hari setelah operasi.

Dengan rendahnya resiko yang ditimbulkan metode ini, diharapkan akan menarik minat penderita untuk melakukan operasi katarak dan menurunkan angka penderita kebutaan di Indonesia. Perlunya menjaga kesehatan mata sejak dini pun perlu diperhatikan.

Hal ini dikarenakan katarak tidak hanya identik dengan penyakit mata di usia lanjut saja, orang yang berusia 40 tahun sudah beresiko terkena penyakit katarak karena perubahan pola hidup.

Untuk itu kenali juga gejala penyakit ini. Gejala yang umum terjadi adalah seringnya bergonta-ganti kacamata, merasa sangat silau ketika ke tempat yang sangat terang, dan memburamnya penglihatan ketika sore hari.

Semoga bermanfaat.

Baca Juga :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Facoemulsifikasi, Solusi Mengobati Katarak Tanpa Resiko Berat

  1. Pingback: Waspadai Bakso Daging Babi yang Membahayakan Kesehatan | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *