Fardhu Dan Perkara Yang Mewajibkan Kita Untuk Mandi Jinabat

Fardhu Dan Perkara Yang Mewajibkan Kita Untuk Mandi Jinabat – Mandi Jinabat atau mandi besar bagi merupakan perkara yang harus diperhatikan.

Orang yang melakukan mandi jinabat berarti mereka telah terkena hadast besar. Mandi jinabat dilakukan supaya kita bersih dan suci kembali supaya kita bisa beribadah lagi. Dalam QS. Al-Maidah dijelaskan bahwa “ Dan jika kamu junub maka mandilah”.

mandi jinabat

Saat mandi jinabat semua anggota badan kita dari ujung kaki sampai ujunng rambut harus tersiram oleh air dan dibersihkan.

Jika tidak, maka mandi jinabat kita diterima. Ada beberapa hal atau perkara yang mengaharuskan anda untuk mandi jinabat. Di antaranya adalah sebagai berikut :

Keluarnya mani

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim menjelaskan bahwa :

” Sesungguhnya (mandi) dengan air disebabkan karena keluarnya air (mani).” Hadits inilah yang menjadi landasan bahwa orang yang keluar mani wajib melakukan mandi jinabat.

Kadang orang susah membedakan mana mani dan mana wadzi dan wadi. Perbedaannya bisa kita lihat dari aromanya yang seperti telur yang mongering. Selain itu mani juga keluar dengan memancar dan menimbulkan sensasi nikmat jika sudah keluar.

Keluarnya mani bisa karena berbagai alasan seperti berhubungan suami istri, onani maupun mimpi basah dan semuanya itu mewajibkan untuk mandi jinabat.

Hubungan seksual

Bagi pasangan yang sudah menikah, melakukan hubungan seksual memang tidak dilarang. Akan tetapi setelah selesai melakukannya anda harus segera mandi jinabat walaupun saat berhubungan tidak keluar mani.

Dalil yang mendasari hal ini adalah sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. dari Rasulullah SAW bersabda :

” Bila dua kemaluan bertemu atau bila kemaluan menyentuh kemalun lainnya, maka hal itu mewajibkan mandi janabah. Aku melakukannya bersama Rasulullah SAW dan kami mandi.”

Setelah Haid

Bagi wanita yang telah habis masa haidnya, maka dia wajib untuk mandi jinabat atau mandi besar. Hal ini untuk mensucikan kembali tubuhnya sehingga bisa beribadah lagi. Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang berbunyi :

“ Apabila kamu datang haid hendaklah kamu meninggalkan sholat. Apabila darah haid berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan sholat.”

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *