Fenomena Batu Gantung dan Kisah Cerita Legendanya

Fenomena Batu Gantung dan Kisah Cerita Legendanya – Batu Gantung merupakan salah satu objek wisata yang berada di provinsi Sumatra Utara tepatnya di daerah Parapat. Batu gantung tersebut merupakan fenomena pahatan alam berupa bebatuan yang letaknya menggantung di ujung tebing yang curam.

Untitled

Benda tersebut dijadikan sebagai objek wisata dan banyak didatangi wisatawan karena bentuknya yang unik menyerupai manusia dan juga sejak dahulu batu tersebut tetap menggantung meski sedang diterpa bencana alam. Namun, selain bentuknya yang unik ternyata yang menjadi daya tarik kunjungan para wisatawan adalah adanya cerita rakyat yang begitu melegenda mengenai asal usul terbentuknya batu gantung tersebut. Entah cerita fakta atau mitos namun karena kisah tersebut banyak membuat orang menjadi penasaran dan ingin melihat langsung batuan pahatan alam tersebut.

Cerita yang melegenda tentang asal usul batu gantung tersebut dikisahkan yaitu pada jaman dahulu hiduplah seorang gadis cantik yang bernama Seruni. Gadis tersebut adalah gadis yang sangat baik hati dan patuh kepada orang tuanya. Kesehariannya Seruni sering ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang sudah ia pelihara sejak masih kecil. Kemanapun Seruni pergi, anjing tersebut selalu menemaninya dan menjadi teman Seruni dalam kesehariannya.

Suatu ketika orang tua Seruni berniat menjodohkannya dengan seorang pemuda yang merupakan anak dari teman ayah Seruni. Teman ayah Seruni tersebut telahmenjadi seperti keluarag dan berniat menjodohkan kedua putra dan putrinya agar tali persaudaraan mereka semakin erat.

Mengetahui hal tersebut Seruni sangat sedih karena ia merasa belum siap menikah dan tidak mencintai pemuda tersebut. Namun, kedua orang tua Seruni terus memaksa Seruni untuk mengikuti kemauannya dan menjadwalkan pernikahan Seruni untuk segera diselenggarakan. Sebenarnya Seruni sangat ingin menolak dan mencoba berbicara dengan ayahnya agar ia tidak dinikahi oleh anak dari temen ayahnya tersebut.

Namun begitu mengetahui penolakan Seruni untuk menikah, sang ayah memarahi Seruni dan tetap memaksa agar Seruni mengikuti kemauan kedua orang tuanya tersebut. Serunipun sangat sedih dan ia melarikan diri ditemani sang anjing dari dalam rumah.

Seruni pergi menuju suatu tebing dengan maksud menuangkan kesedihannya tersebut. Karena kehabisan akal Seruni berniat untuk bunuh diri dengan loncat dari tebing tersebut. Sang anjing peliharaannya terus menggonggong seolah menyampaikan kepada Seruni untuk tidak melakukannya. Sang anjingpun segera pulang kerumah dan menggonggong kepada orang tua Seruni untuk mengikuti kemana anjing tersebut akan pergi menemui Seruni.

Artikel Terkait Lainnya :

Kedua orang tua Seruni mengikuti anjing tersebut yang mengarahkan jalan dimana Seruni berada. Sesampainya diujung tebing Seruni bertemu dengan orang tuanya dan memaksa agar Seruni mau pulang. Serunipun tetap mengancam akan melompat dari tebing bila keinginnya tidak terpenuhi.

Sang ayah yang berwatak keras tetap memepertahankan pendiriannya lalu Seruni melompat dari tebing sambil mengucapkan “marapat-marapat” yang berarti merapat. Tiba- tiba saat Seruni melompat bagian kakinya tertutup oleh batu- batuan tebing yang merapat sehingga Serunipun berubah menjadi batu dan menggantung di ujung tebing tersebut. Karena kisah tersebut, dikenalah batu gantung dan desa parapet yang konon berasal dari kata “marapat” oleh Seruni.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *