Fungsi DNA Untuk Makhluk Hidup

Fungsi DNA Untuk Makhluk Hidup – Dalam tubuh setiap mahkluk hidup terdapat DNA yang memiliki fungsi tertentu dalam tubuh mahkluk hidup tersebut.

1

Pada umumnya, DNA berfungsi untuk menyimpan dan menentukan karakteristik biologis pada setiap mahkluk hidup yang sesuai dengan pengaturan koneksi pada molekul yang sangat spesifik. DNA juga berfungsi untuk keperluan sintesis biologis untuk penciptaan protein seluler dan pembentukan molekul RNA.

Fungsi dari DNA diantaranya yaitu:

  • Sebagai pembawa informasi genetik DNA.
  • Memiliki peran dalam menduplikasi diri dan dalam pewarisan sifat.
  • Sebagai ekspresi informasi genetik.
  • Pengarah sintesis RNA pada sebuah proses kimia atau transkripsi.
  • Kode untuk pengaktifan protein dan penonaktifan gen.
  • Membuat protein.

Asam deoksiribonukleat atau yang lebih dikenal dengan istilah DNA merupakan kode genetik yang menjamin jika sel anak akan mewarisi sifat atau karakteristik yang sama dari sel induknya dan merupakan kode dari protein disintesis. Semua mahkluk memiliki DNA termasuk jenis prokariota, eukariota dan juga beberapa jenis dari virus. Kode DNA terdiri dari 4 basa yaitu nukleotida, guanin, adenin sitosin dan timin.

Dalam DNA, terdapat pengkodean genetik yang berfungsi untuk mengontrol fungsi, pengembangan dan perilaku dari suatu organisme. Selain itu, asam deoksiribonukleat juga digunakan sebagai perangkat atau alat atau media penyimpanan jangka panjang untuk penyimpanan instruksi genetik. Intruksi genetik harus benar sehingga DNA akan dapat membuat atau menduplikasi dirinya sendiri.

DNA akan mengarahkan sintesis RNA dalam proses kimia atau proses transkripsi DNA. Pada proses ini, enzim seluler akan diarahkan oleh kode genetik untuk menciptakan untaian RNA dengan urutan kode yang disimpan dalam DNA tersebut dan dikenal dengan mRNA (messenger ribonucleic acid).

mRNA berfungsi untuk membawa informasi mengenai kode genetik ke protein-sintesis mekanika sel untuk penginduksian pengaturan mengenai asam amino yang digunakan dalam pembentukan protein. mRNA juga memerintah dan mengatur karakteristik dari fisiologis dari organisme bersangkutan.

Dalam sel, DNA berfungsi sebagai kode untuk cara pengaktifan protein dan menonaktifkan gen serta untuk membuat protein. DNA juga merupakan dasar kehidupan. Bentuknya spiral, seperti tangga yang dipelintir dan terdiri dari 4 jenis basa. 4 jenis protein masing-masing terhubung antar satu dengan yang lainnya dan urutan pasangan yang membentuk gen dan mendefinisikan organisme tersebut baik dalam jenis bakteri, virus hingga manusia.

Di masing-masing tubuh organisme tidak hanya terdapat DNA inti namun juga salinan DNA tersebut. DNA dalam sel germinal pada pria dan wanita atau gamet dipergunakan untuk reproduksi.

Urutan dari pasangan tersebut dijaga oleh sel dalam tubuh, setiap kali sel bereproduksi akan terpisah atau terbentuk menjadi 2 dan DNA akan disalin ke sel baru. Walaupun tidak jarang terjadi kerusakan karena perpecahan atau perpisahan atau pembentukan tersebut, sel akan dapat memperbaiki kerusakan tersebut dengan sendirinya.

Pada manusia, DNA terikat dalam 46 kromosom dengan 23 kromosom XY atau masing-masing kromosom berasal dari sel germinal perempuan dan sel laki-laki.

Sel germinal pada spermatozoa (pria) dan pada ovum atau telur (perempuan) masing-masing menyumbangkan 23 kromosom pada tubuh dan keduanya bergabung hingga 46 kromosom untuk membentuk genetik seseorang.

Pada dasarnya, setiap makhluk yang ada di bumi memiliki DNA yang unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang atau individu terkecuali jika keturunan merupakan kembar identik.

Pada kembar identik, saat ikatan sel membagi atau blastokista terbelah setengah yang membuat 2 embrio dengan DNA yang sama sehingga terlihat seperti orang atau individu yang sama.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *