Fungsi Keberadaan Cacing Tanah

Cacing tanah (Lumbricus rubellus) bertugas untuk menyuburkan sekaligus menjaga kesuburan tanah. Cacing tanah pada awalnya akan mengonsumsi atau memakan bahan-bahan organik yang berada di atas permukaan tanah. Selanjutnya makhluk kecil yang satu ini akan turun menuju ke bagian dalam tanah. Ketika berpindah ke bawah tanah, cacing tanah juga akan membuat pori-pori yang mampu memperbaiki aerasi tanah.

1

Kemudian cacing tanah juga akan mengeluarkan kotoran. Kotoran yang di keluarkan oleh cacing tanah dan sudah melewati pencernaan tersebut memiliki kandungan hormon-hormon tertentu yang pastinya tidak dimiliki oleh kompos biasa. Sehingga sangat bagus di dalam proses pertumbuhan tanaman.

Menyediakan unsur hara dan membantu pertanian

Dengan cara seperti di atas, maka cacing tanah dapat memodifikasi lingkungan serta menyediakan unsur hara bagi organisme-organisme lainnya. Maka dari itu cacing tanah dapat disebut ecosystem engineers (mesin ekosistem). Selain itu, cacing tanah termasuk ke dalam organisme yang berperan di dalam sustainable agriculture yang memiliki prinsip mengurangi pupuk kimia yang berpengaruh cukup besar dalam mencemari lingkungan dan juga polusi air tanah.

Cacing tanah sekaligus dikenal sebagai dekomposer. Dimana binatang hermaprodit (memiliki jenis kelamin ganda) ini berperan di dalam proses dekomposisi dengan cara menghancurkan bahan-bahan organis, sampah maupun dari serasa di lahan tempatnya hidup.

Binatang kecil melata ini dapat disebut juga sebagai petani karena memiliki gerakan yang akan dapat membantu menggemburkan tanah yang keras. Dalam hal ini cacing dikenal memiliki kekuatan yang sangat besar dan luar biasa. Kekuatannya mampu mencapai 40 kali dari berat badannya. Jika cacing tanah memiliki berat 50 kg saja, maka cacing tersebut dapat menggerakkan berat 2.000 kg. Memang cacing tanah memiliki hormon tertentu yang akan sangat membantu menjadikan badannya semakin kuat.

Memiliki gizi tinggi dan berguna sebagai obat

Dalam dunia kesehatan, binatang licin kecil ini juga dimanfaatkan sebagai obat. Umumnya digunakan untuk obat penyakit tifus. Dalam pemanfaatannya cacing tanah akan dikeringkan lalu dijadikan dalam bentuk tepung guna dimasukkan ke dalam kapsul. Anjuran dari penggunaan obat ini agar memberi khasiat obat yang lebih jelas maka cacing tanah dapat juga dimakan dalam keadaan segar. Untuk 1 resep dapat digunakan 10 ekor cacing tanah yang diblender kemudian diminum cairannya selama 3 hari berturut-turut.

Cacing tanah juga memiliki kandungan protein dengan kadar asam amino yang jauh lebih lengkap jika dibandingkan dengan daging dan ikan. Sehingga nilai gizi yang dimilikinya juga lebih baik sebagai bahan makanan dan juga bahan kosmetik. Di Cina sendiri cacing tanah sudah lama dijadikan sebagai bahan dari campuran kue. Sementara di Indonesia justru hanya digunakan sebagai makanan ternak. Untuk penggunaan cacing tanah di Cina lebih berfokus pada pemanfaatan tepung cacing untuk salah satu bahan kosmetik yang berfungsi menghaluskan kulit.

Baca Artikel lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *