Gamet Pembentukan dan Peleburan

Gamet Pembentukan dan Peleburan – Keanekagaraman bisa dijumpai di Indonesia mulai dari suku, bahasa hingga flora dan fauna yang ada di dalamnya, hal ini menunjukkan bahwa proses perkawinan yang terjadi sangatlah beragam.

Untitled

Baca Artikel Lainnya :

Selama ini kita cukup mengenal bahwa banyak diantara tumbuhan yang bahkan bisa menghasilkan keturunan tanpa melakukan perkawinan dengan jenis yang berbeda. Hal ini disebabkan karena mereka sudah bisa memproduksi sel kelamin atau gametnya sendiri antara betina maupun jantan.

Tentunya kebanyakan anak yang dihasilkan akan memiliki bentuk yang sama dengan induknya mengingat hanya berasal dari sel yang sama, sehingga ciri khas akan selalu dibawa tanpa penyatuan dengan jenis yang lain.

Gamet sebenarnya merupakan bagian terkecil dan menjadi awal mahluk hidup, jenisnya sendiri ada 2 yaitu jantan dan betina. Manusia bisa memproduksinya secara mudah, pada masa yang sudah matang nantinya dengan sendirinya tubuh akan mengeluarkan hormon-hormon yang dapat memicu proses pematangan sel sperma maupun ovum.

Ovum yang sudah keluar dari ovarium hanya akan bertahan dalam jangka waktu satu kali 24 jam atau satu hari, hal ini dikenal juga dengan masa subur, jika terjadi peleburan atau pertemuan antara sel jantan dan betina pada saat tersebut maka bakal anak baru akan terbentuk, namun sebaliknya, jika pada saat ini ovum belum matang atau tidak keluar maka pembuahan juga tak bisa dilakukan.

Ovum yang mengalami peleburan akan berubah menjadi zigot, bagian terkecil dari mahluk hidup yang akan senantiasa tumbuh hingga nantinya berubah menjadi bayi yang sempurna. Proses ini memakan waktu yang tak sebentar, paling tidak 9 bulan dalam rahim ibu baru nantinya bayi bisa keluar. Namun hal sebaliknya juga akan terjadi jika ovum terus dibiarkan tanpa adanya pembuahan.

Secara otomatis tubuh akan memproduksi hormon yang berfungsi untuk menebalkan sel-sel dinding endometrium rahim agar kuat menampung bayi. Tetapi jika pembuahan tak juga terjadi sel-sel yang telah menebal tersebut akan mulai meluruh dan mengelupas. Pengelupasan ini menimbulkan darah bahkan terkadang disertai rasa sakit, fase yang kita kenal sebagai menstruasi atau datang bulan.

Gamet jantan yang bisa diproduksi oleh pria memang tak hanya satu seperti ovum, namun jutaan sperma di dalamnya, sperma sendiri ukurannya memang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ovum, ada jutaan dengan masa hidup yang jauh lebih lama dari sel telur, sehingga kapan saja saat adalah ovum sperma akan siap membuahi.

Namun dari sekian juta yang ada hanya satu yang bisa masuk ke dalam satu sel telur. Hal ini disebabkan karena secara otomatis jika sudah ada satu yang masuk maka ovum akan membentuk lapisan yang menghalangi lainnya untuk masuk ke dalam.

Sperma sendiri memiliki bagian yang disebut sebagai flagel atau ekor, ini berguna untuk berenang mendekati ovum. Sama halnya dengan 2 kutub yaitu positif dan negatif secara otomatis semua akan berlomba untuk mendekat, namun hanya satu yang bisa masuk yaitu mereka yang tercepat.

Proses peleburan secara langsung terjadi membuahkan bagian terkecil bernama zigot. Peleburan ini tadinya berasal dari setengah set sel ovum dan setengah set sel sperma. Hasil akhirnya adalah satu set atau 23 pasang kromosom.

Kebanyakan fertilisasi pada mahluk hidup terjadi secara internal atau berada dalam tubuh, hanya beberapa hewan saja yang mengalami fertilisasi eksternal seperti contohnya katak, kedua sel membuahi di dalam tubuh, umumnya adalah berada di air.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *