Gejala keracunan Fe pada tanaman

Gejala keracunan Fe pada tanaman – Unsur Fe merupakan hara mikro bagi tanaman, dibutuhkan dalam jumlah kecil, berfungsi untuk aktivator sistem enzim, proses sintesis khlorofil, dan oksidasi-reduksi dalam sebuah respirasi. Pada tanah masam, biasanya unsur mikro seperti Fe dapat terlarut dan tersedia bagi tanaman dalam jumlah berlimpah dan sering meracuni tanaman. Sedangkan Batas kritis keracunan Fe dalam tanaman itu sendiri menurut Yoshida (1981) adalah 300 ppm. Besi yang berlebihan dapat membentuk lapisan oksida ferri pada sebagian permukaan akar tanaman, sehingga menghambat penyerapan hara, serta menurunkan daya oksidasi yang berada di akar.

Untitled

Keracunan Fe merupakan gejala fisiologis yang kompleks yang disebabkan oleh kondisi tanaman yang mana meliputi sifat fisik, hara, dan fisiologik, serta kondisi tanah yang mengandung Fe berlebihan. Gejala tanaman padi keracunan Fe ditandai oleh daun berwarna oranye atau bronzing, pembungaan terhambat, proses sintesis akan terhenti, tanaman akan menjadi kerdil, pada bagian akar menebal dan akan berwarna coklat, serta kasar, dan pendek. Pada kondisi yang parah batang dan daun menjadi busuk dan tanaman akhirnya mati.

Tahapan keracunan besi pada padi menurut Ottow et al. (1989) terdiri atas dua fase. Pertama, fase 7 hari setelah penggenangan (stress pada pemindahan bibit). Diketahui Pada fase ini, akar belum bisa mengoksidasi kelebihan ferro menjadi ferri selama penggenangan. Dengan kata lain, mekanisme excluding power-nya belum berfungsi sama sekali. hal ini menyebabkan ion ferro yang berlebihan akan banyak terserap oleh tanaman. Kedua, fase antara primordia dan berbunga yang disebabkan oleh tidak efektifnya mekanisme akar untuk menolak ferro akibat makin permeabilitasnya akar tanaman.

Namun gejala keracunan Fe dapat terlihat pada setiap level pertumbuhan, dan sebaiknya dievaluasi atau di liat pada fase anakan maksimum dan primordia. Tanaman yang kekurangan hara makro akan menunjukkan perubahan drastis dalam metabolisme tanaman. Kekurangan K dan Ca menambah permeabilitas dan merusak metabolit. Pada umumnya tanaman yang kekurangan K dan molekul penyusun metabolit tanaman rendah akan mengalami hambatan dalam menyusun bentuk molekul tinggi karena beberapa proses sintesis tanaman terhenti. hal ini menjadikan tanaman yang kecukupan hara mampu melindungi pada lapisan akar, sedangkan permeabilitas akar terkontrol dan akar tanaman  juga memiliki kapasitas oksidasi yang kuat dan reduksi besi rendah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *