Hal – Hal Gila Yang Ada Di Budaya Jepang

Sejak jaman dulu di Jepang memang terkenal memiliki kemajuan di segala bidang yang sangat pesat. Tetapi dibalik semua itu, Jepang ternyata diketahui mempunyai kebudayaan yang sangat dalam dan beragam serta erat hubungannya dengan beberapa aspek dipandang dari berbagai sudut kehidupan manusia yang kadang – kadang sangat aneh untuk dijalani.

k 46

Dilansir dari Listverse, mungkin anda memang perlu sekali waktu jalan – jalan ke Jepang untuk mencari tahun tentang banyak hal terutama budaya mereka yang terkenal aneh daripada kebingungan hanya membayangkan saja dari rumah !

Turis yang melancong ke Jepang biasanya sangat menyukai masakan khas Jepang seperti sushi, sedangkan bagi penduduk asli Jepang, mereka tidak begitu suka makan sushi.

Mayoritas penduduk Jepang sangat tergila – gila pada masakan cepat saji yang berasal dari luar negeri seperti salah satunya adalah KFC, sebuah gerai ayam goreng cepat saji asal Amerika Serikat.

Saking tergila – gilanya mereka dengan KFC, KFC akhirnya berhasil masuk sebagai peringkat atas dalam tradisi Natalan dan tahun baru di Jepang.

Meskipun Jepang bukan mayoritas penganut Kristiani, tetapi mereka turut merayakan hari Natal setiap malam pergantian tahun yaitu dimulai setiap tanggal 24 Desember, hampir di seluruh gerai KFC di kota – kota Jepang penuh sesak oleh orang – orang yang ingin mencicipi kelezatan ayam goreng khas negeri Paman Sam tersebut.

Budaya mereka, belum Natalan namanya apabila mereka tidak meluangkan sedikit waktu buat makan ayam KFC bersama keluarga, teman – teman atau pacar tercinta. Perlu dicatat bahwa di kota – kota Jepang semacam Tokyo, anda harus reservasi terlebih dahulu jika ingin menikmati menu – menu istimewa ala KFC.

Membicarakan soal budaya Jepang yang unik dan fun, semua itu tak bisa lepas dari sebuah negara yang memiliki peradaban sangatlah maju.

Negara yang berlokasi di kawasan Asia Timur ini memang begitu terdepan dengan bidang teknologi karya warga Jepang asli namun beberapa hal gila di bawah ini juga menyebabkan budaya Jepang memiliki nilai tersendiri untuk sekedar diketahui oleh para pendatang :

1. Rendahnya Kriminalitas.

Jika anda adalah para penggemar film – film barat atau drama romantis Jepang dan menggemari serial laga, tentulah mengetahui bahwa ada sekelompok mafia berkuasa di Jepang yang disebut dengan nama populer yaitu Yakuza.

Meskipun faktanya Yakuza benar – benar ada, angka kriminalitas di Jepang sangatlah rendah di sepanjang tahun. Pemerintah Jepang bahkan melarang penduduk mereka untuk menyimpan atau memiliki senjata api (bandingkan kondisi ini dengan keadaan di Indonesia khususnya kota–kota besar).

Tak mengherankan, untuk mempunyai koleksi pedang kuno seperti katana / samurai, anda harus mengantongi izin dari pihak kepolisian Jepang.

Rendahnya angka kriminalitas di kota – kota besar di Jepang menyebabkan banyak yang segan dan hormat terhadap hukum Jepang yang sangat tegas dan tak segan – segan menjatuhkan hukuman mati bagi yang melanggarnya.

Meskipun ada tindakan kriminalitas, sebagian besar narapidana yang ada di penjara – penjara Jepang adalah orang – orang yang berasal dari China dan Korea Selatan.

2. Menyendiri Di Rumah.

Di Jepang ada sebuah fenomena kuno yang terdengar aneh dan unik yang bernama Hikikomori.

Pada umumnya, Hikikomori mengandung makna adalah orang – orang yang tidak mau meninggalkan rumahnya dan seakan tampak mereka seperti sedang mengisolasi dirinya sendiri dari keramaian dan kehidupan sosial dan masyarakat di luar rumah hingga lebih dari enam bulan.

Banyak ahli Psikologi dari Jepang yang mencoba menjelaskan masalah tersebut, apakah penyebab Hikikomori ini. Mayoritas penderita Hikikomori adalah mereka yang cenderung memiliki sifat pemurung dan pernah mengalami trauma besar dalam hidupnya karena kehilangan orang terdekat.

Baca Artikel Lainnya :

Tapi trauma yang diderita cenderung akan meluas jika dibiarkan begitu saja. Ada beberapa kasus yang menyebabkan seseorang mudah mengalami tekanan akademik seperti diituntut harus meraih nilai bagus namun akhirnya menjadi Hikikomori.

Di kota – kota besar di Jepang, fenomena di atas kerap melanda sekitar 700 ribu orang Jepang dengan rentang usia 25 tahun – 31 tahun, mereka sangat mudah menderita Hikikomori.

Demikian penjelasan dari kami, semoga berhasil !

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

One thought on “Hal – Hal Gila Yang Ada Di Budaya Jepang

  1. Tan

    sayangnya, penderita Hikikomori mayoritas anak-anak pintar. Makin sini, penderita Hikikomori makin banyak di Jepang, bila hal ini berlanjut, Jepang akan kehilangan sebagian kecil penduduk yang dinilai jenius.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *