Hal-Hal yang Menyebabkan Tanah Gambut Menjadi Rusak  

Tanah gambut atau yang disebut dengan tanah organosol atau tanah organik merupakan sebuah tanah yang berasal dari bahan organik misalnya dari sisa tanaman. Biasanya, jenis tanah ini berada di hutan rawa atau di rumput rawa. Ciri dari jenis tanah ini adalah memiliki ketebalan lebih dari 50 cm, berwarna coklat hingga berwarna kehitaman, memiliki tekstur debu lempung, konsistensi tidak lekat hingga agak lekat, tidak berstruktur. Jenis tanah ini memiliki kandungan organik yang lebih dari 30% (tanah berlempung) dan lebih dari 20% untuk jenis tanah yang memiliki tekstur berpasir.

1

Tanah gambut termasuk ke dalam jenis tanah masam karena memiliki pH tanah yang asam yaitu dengan pH 4.0 dan juga memiliki kandungan unsur hara yang rendah sehingga kecil kemungkinan tanaman dapat hidup di tempat ini. Pada penyebaran topografinya, tanah gambut dibedakan menjadi 3, yaitu:

  • Gambut ombrogen yang berada di pantai berawa dan memiliki ketebalan antara 0.5-16 meter
  • Gambut topogen berada di daerah yang memiliki cekungan antara rawa-rawa yang ada di dataran rendah di pegunungan. Jenis tanah ini memiliki ketebalan antara 0.5-6 meter dengan sifat yang agak asam namun memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi.
  • Gambut pegunungan berada di pegunungan. Jenis tanah ini berasal dari sisa tumbuhan yang hidup di vegetasi spagnum atau daerah sedang misalnya di Dieng.

Walaupun tanah gambut dapat dinetralisir dan dijadikan sebagai tanah yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk menanam tanaman dengan cara pengapuran, pemupukan atau dengan penyemprotan herbisida, namun, terdapat beberapa penyebab yang dapat membuat tanah gambut menjadi rusak dan harus dipulihkan. Beberapa penyebab diantaranya adalah tidak tepatnya takaran dan waktu dari penetralisir yang dilakukan oleh petani atau orang yang mengubah tanah gambut menjadi tanah yang layak untuk ditanami. Misalnya, terlalu banyak memberikan pupuk terutama pupuk kima, salah dalam melakukan pengaburan dan banyaknya dosis serta salah memilih bahan yang digunakan untuk penyemprotan agar gulma yang ada di tanah gambut tersebut mati.

Penyebab yang lain yang dapat membuat tanah gambut menjadi rusak adalah kebakaran hutan. Kebakaran tersebut dapat terjadi karena ulah manusia ataupun faktor alam misalnya faktor cuaca yang terlalu panas. Banjir dan tanah longsor juga dapat menyebabkan kerusakan tanah. Perilaku manusia yang suka seenaknya menebang pohon, membuat tanah menjadi longsor yang membawa dan mengurangi unsur hara dalam tanah.

Temuan baru yang dapat menyebabkan kerusakan tanah gambut adalah kelapa sawit. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan jika terdapat lahan kelapa sawit yang dibangun di lahan gambut sehingga tidak hanya mengurangi lahan gambut namun juga menambah emisi dari gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Penggunaan lahan gambut yang terus menerus, tidak hanya merusak tanah namun juga mengancam ekosistem dan juga bencana ekologis.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *