Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Tebu

Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Tebu – Siapa yang tidak kenal tebu? Tanaman ini sangat mudah di temukan. Bahkan di kebun kecil sekalipun. Tebu ini sekarang marak di gunakan untuk berbagai macam minuman, sehingga banyak orang yang membudidayakannya. Pembudidayaan tanaman tidak akan lepas dari munculnya hama ataupun penyakit tanaman. Berbagai hama dan penyakit ini bahkan sering mengganggu produktivitas yang dimiliki tebu.

1

Pokkahbung

Penyakit yang satu ini disebabkan oleh Gibbrela Moniliformis. Bagian tebu yang sering sekali diserang ialah daun. Parahnya untuk stadium lanjut, penyakit ini akan menyerang batang. Tebu yang terdapat penyakit ini memiliki gejala seperti memiliki noda yang berwarna merah yang ada di bintik khlorosis.

Bintik ini terdapat pada helai daun serta lubang di daun. Hal ini akan mengakibatkan daun mudah sekali robek, daun juga akan cacat hingga garis yang berwarna merah tua. Pengendalian penyakit ini dengan cara pemberian insektisida dan pengembusan tepung seperti kapur tembaga.

Dongkelan

Penyebab dari dongkelan ini ialah Marasnius sach. Bagian dari tebu yang di serang oleh penyakit ini ialah jaringan tanaman yang berada di sebelah dalam serta bibit atau persemaian. Gejala tebu yang terkena penyakit ini ialah tanaman tua yang berada di dalam rumpun segera mati secara tiba-tiba dan daun menjadi tua serta mengering.

Untuk daun muda warna daun yang umumnya hijau akan menjadi kekuningan serta akan muncul lapisan jamur. Cara yang bisa Anda lakukan dengan menjaga tanah agar tetap kering.

Noda kuning

Penyebab dari munculnya noda kuning ini ialah jamur cercospora kopkei. Penyakit noda kuning akan menyerang daun serta berbagai bagian yang memiliki kelembaban tinggi. Gejala dari noda kuning ini daun muda akan berubah menjadi kuning terang, serta timbul noda yang berwarna merah dan tidak teratur. Helai daun yang mati akan berwarna kehitaman. Cara pengendalian penyakit ini dengan membakar daun serta menyemprotnya dengan kalium permanganat.

Blendok

Bagian yang terserang ialah daun yang masih muda serta berumur 1,5 hingga 2 bulan. Penyebab penyakit ini ialah Xanthomonas Albilicans. Gejala dari penyakit ini munculnya khlorosis di daun. Serya serangan di seluruh daun memiliki garis hijau dan putih. Cara mengendalikan penyakit ini dengan merendam bibit di air panas, selain itu lonjoran bibit di jemur hingga 2 hari.

Tikus

Untuk tikus bisa dilakukan dengan penggeropyokan. Penggeropyokan bisa dilakukan saat musim hamil atau musim kawin tikus, agar mengurangi populasi tikus yang berada di dalam, lahan. Cara lain selain penggeropyokan dengan pengasapan.

Jika pengasapan dilakukan, tikus pun akan segera muncul ke permukaan dan bisa di basmi. Tikus-tikus biasanya akan memangsa akar tebu. Pemangsaan ini akan menghambat pertumbuhan tebu serta mengurangi produktifitas tebu.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *