Haruskah Wanita Hamil Makan Ikan?

Kehamilan merupakan peristiwa besar dalam hidup setiap wanita. Menanti hadirnya buah hati yang masih berada di dalam kandungan merupakan masa-masa di mana wanita mengalami banyak perubahan fisik dan psikologis.

Untitled

Di masa-masa kehamilan dan menyusui, para ibu selalu berusaha menjaga kondisinya dan memastikan agar sang buah hati berada dalam kondisi sehat. Tak ayal, pada masa-masa ini wanita hamil melakukan apapun agar untuk meningkatkan kesehatan sang bayi, termasuk mengkonsumsi makanan dengan pola yang sehat dan seimbang serta memberikan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun ternyata, pada tahun-tahun terakhir ini, ada debat signifikan terkait dengan konsumsi ikan bagi wanita hamil dan menyusui.

Pada bulan Juni lalu, menyusul diterbitkannya hasil survey yang mengungkap bahwa mayoritas wanita hamil tidak mengkonsumsi cukup omega 3, Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan sebuah pembaruan saran mengenai konsumsi ikan pada wanita hamil dan menyusui.

Untuk mengklarifikasi masalah rumit ini, Katharine D. Wenstrom, MD, direktur Division of Maternal-Fetal Medicine pada Women & Infants Hospital of Rhode Island, serta profesor di The Warren Alpert Medical School of Brown University, telah menerbitkan sebuah tulisan pada edisi terbitan bulan November 2014 dari American Journal of Obstetrics & Gynecology. Tulisan ini diberi judul, “Saran FDA baru tentang ikan: sesuatu yang rumit.”

“Ini merupakan sebuah isu rumit, karena ikan yang memiliki kandungan omega 3 tinggi memiliki manfaat kesehatan yang dahsyat bagi janin yang sedang berkembang serta bayi yang tengah tumbuh. Namun, beberapa ikan juga memiliki potensi resiko,” tutur Dr. Wenstrom. “Kolega-kolega saya sering menanyakan pada saya bahwa pasien mereka bertanya, ‘Haruskah saya makan ikan atau tidak? Jika iya, ikan manakah yang aman dikonsumsi dan ikan manakah yang harus saya jauhi?’

Dalam menyeimbangkan resiko dan manfaat nutrisional berbagai jenis ikan, wanita hamil dan menyusui harus mengkonsumsi delapan hingga 12 ons ikan tiap minggu, termasuk salmon, sardin, cumi-cumi, dan tiram, yang menawarkan kadar asam eikosapentaenoat (EPA) serta asam dokosaheksaenoat (DHA) paling tinggi, namun dengan kadar merkuri paling rendah.”

Asam-asam omega 3 yaitu EPA dan DHA yang ditemukan dalam kadar tinggi di beberapa jenis ikan merupakan komponen yang sangat penting dari membran seluruh sel pada tubuh kita. Asam lemak ini juga berperan vital dalam perkembangan normal otak dan jaringan retina serta untuk menjaga neurotransmisi dan konektivitas normal.

Konsumsi ibu hamil yang cukup atas EPA dan DHA seringkali dikaitkan dengan nilai IQ pada usia kanak-kanak yang lebih tinggi, koordinasi motorik yang baik, serta kemampuan komunikasi dan sosial yang bagus. Namun sayangnya, mengkonsumsi suplemen minyak ikan atau asam lemak omega 3 nampaknya tidak memberi dampak manfaat yang sama dengan mengkonsumsi ikan langsung.

Baca Artikel Lainnya :

Beberapa ikan yang menawarkan kandungan tinggi asam omega 3 sayangnya juga tinggi kadar merkuri. Karena hal ini berbahaya, ikan-ikan tersebut konsumsinya harus dibatasi, terutama ketika hamil dan menyusui. FDA secara khusus memberi peringatan kepada wanita hamil agar tidak mengkonsumsi ikan hiu, tongkol, dan makarel raja karena mengandung merkuri dalam kadar paling tinggi. Selain itu, badan tersebut juga membatasi konsumsi tuna albakora hingga enam ons saja tiap minggunya.

Sebagai kesimpulan, ternyata walaupun ikan mengandung EPA dan DHA yang diperlukan bagi perkembangan janin dan bayi, namun hewan itu juga tinggi kadar merkuri. Oleh karena itu, wanita hamil harus berhati-hati dalam makan ikan dengan bijak memilih jenis dan kuantitasnya.

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *