Hati, Alat Ekskresi

Hati merupakan organ dalam manusia yang berfungsi sebagai alat ekskresi, yaitu digunakan untuk menghasilkan cairan empedu pada kantong empedu.

Cairan ini merupakan hasil dari proses penghancuran zat merah darah atau hemoglobin dari eritrosit yang telah menua. Hemoglobin tersebut akan diurai menjadi kristal yang dinamakan hemin dan juga zat besi serta globin.

r 100

Hati sebagai organ ekskresi mempunyai fungsi yang sangat vital untuk tubuh manusia. Ekskresi sendiri merupakan sebuah proses pengeluaran zat-zat hasil sisa metabolisme yang sudah tidak perlukan lagi bagi tubuh manusia.

Hati disebut juga dengan istilah hepar, merupakan sebuah organ dengan kelenjar terbesar yang ada pada tubuh manusia.

organ ini berada pada sebuah rongga perut sebelah kanan, yaitu tepat dibawah diagfragma. Sebagai alat ekskresi yang cukup vital, hepar ini mempunyai beberapa fungsi, yakni:

  • Sebagai tempat untuk mengeluarkan warna pada empedu dan urine.
  • Sebagai tempat untuk sintesis beberapa zat penting didalam tubuh, seperti menyintesis enzim arginase yang akan mengubah zat arginin menjadi urea dan ornifin.
  • Sebagai tempat untuk menetralisir racun yang dapat berbahaya bagi tubuh yang kemudian akan dikeluarkan melalui urine.
  • Sebagai tempat untuk menghasilkan empedu, yakni cairan yang berwarna hijau dan sangat pahit. Cairan ini mengandung garam kolesterol, garam mineral, garam empedu, dan pigmen biliverdin serta pigmen bilirubin. Empedu mempunyai fungsi yang cukup kompleks yakni untuk mencerna lemak sehingga dapat dengan mudah dicerna oleh tubuh. Empedu juga berfungsi untuk membantu proses daya adsorbsi lemak pada usus, mengaktifkan enzim-emzim penting seperti lipase, serta dapat mengubah zat-zat yang jika diproses tidak larut didalam air menjadi larut didalam air.
  • Sebagai tempat untuk merombak eritrosit atau sel darah merah yang telah menua, dimana hemoglobin akan pecah menjadi heme, globin, dan zat besi. globin dan zat besi akan dipakai kembali untuk proses dalam menghasilkan sel darah merah yang baru, sedangkan heme akan mengalami proses perombakan kembali menjadi zat biliverdin dan bilirubin yang akan menghasilkan warna hijau biru, inilah yang menjadi warna pada empedu, yang kemudian akan mengalami oksidasi didalam usus diubah menjadi urobilin yang akan menghasilkan warna kuning pada feses dan urine.

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *