Ini Alasan Mengapa Galaksi Terjauh Memiliki Pergerakan yang Jauh Lebih Cepat

Sebelum pertanyaan tersebut, sebenarnya ada pertanyaan yang lebih dahulu harus dijawab. Yaitu bagaimana para astronom dan imuwan itu bisa mengetahui galaksi terjauh? Dari mana mereka mengukurnya? Dan bagaimana?

c 86

Bukankah begitu? Saya pikir, Anda juga mungkin memiliki pertanyaan yang sama dengan saya bukan?

Pernahkah Anda membayangkan mengukur semesta alam ini? Ya, tapi para astronom dan ilmuwan kita itu bisa melakukannya.

Bagaimana caranya?

Mereka menggunakan pemuaian alam semesta sebagai penandanya. Begini, galaksi yang sangat jauh memiliki cahaya yang relatif meredup sebab kita melihatnya dari jarak yang sangat jauh.

Sehingga cahayanya akan kelihatan lebih merah pada suhu yang sama dibanding objek yang dekat dengannya.  Ketika kita menerima cahayanya berupa spektrum warna, maka cahaya itu akan cenderung bergeser ke warna merah. Nah, pergeseran warna inilah yang mereka gunakan sebagai pengukur jarak objek-objek di luar angkasa yang jauh.

Bingung ya? Saya juga, hehe. Yang perlu Anda ingat adalah para ilmuwan kita mengukur objek di luar angkasa yang jauh itu dengan menggunakan sinar cahaya tampak yang kita lihat dari kedudukan tertentu (misalnya Bumi) dan cahaya inframerah, pergeseran ke arah warna merah tadi.

2 hal itu saja, secara sederhananya. Meski semakin jauh suatu objek maka pastinya cahaya yang bisa dilihat tidak cukup terang untuk diamati, tapi dua hal tadi bisa menjadi solusinya.

Sekitar abad ke-19, seorang astronom bernama Edwin Hubble menyatakan hipotesisnya bahwa tampaknya galaksi terjauh bergerak menjauh lebih cepat. Ilmuwan ini melakukan perhitungan spektrum warna, pergeseran merah, dan perhitungan rumit lainnya.

Ia menyadari objek yang memiliki cahaya dan bergerak menjauh akan kehilangan warna paling kuatnya. Sehingga ia sampai pada kesimpulan bahwa galaksi terjauh bergerak semakin cepat menjauh. Penemuannya ini dikenal dengan konstanta Hubble.

Hal itu mendorong ilmuwan lainnya untuk menggali lebih jauh kenapa hal tersebut dapat terjadi. Untuk mengetahuinya, mereka perlu tahu kecepatan galaksi-galaksi di alam semesta ini. Untunglah ada teleskop Hubble yang membantu mereka. Tanpa itu, perlu waktu bertahun-tahun untuk mempelajari kecepatan galaksi-galaksi di alam ini.

Para ilmuwan itu menemukan bahwa galaksi memang bergerak lebih cepat dari masa lalu. Itu artinya kecepatan galaksi memang berkembang. Para ilmuwan mencoba untuk mengkonfirmasinya melalui cahaya Supernova. Dan tampaknya pengamatan mereka benar adanya.

Baca Artikel Lainnya :

Masalahnya, tak satupun teori fisika yang cocok dengan hal ini. Harusnya, kecepatan yang dimiliki suatu objek akan tetap (konstan) kecuali ada energi yang ditambahkan sehingga kecepatannya bertambah.

Karena kegelisahan ini, para ilmuwan mengembangkan teori-teori baru lagi. Kecepatan galaksi terjauh yang lebih cepat dari kita itu dapat diterima secara akal jika ada sesuatu semacam anti gravitasi yang mendorong galaksi berpisah. Semua ini terus dipelajari hingga sekarang. Untuk itu para ilmuwan terus mencoba mengembangkan teknologi baru untuk memecahkannya.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *