Ini Alasan Mengapa Saat Matahari Terbenam Berwarna Merah?

Kita tahu langit berwarna biru, kadang jingga, kadang juga kemerahan. Semua ini ada tentu beralasan. Ada kalanya langit berwarna biru. Dan ini biasanya terjadi pada siang hari. Sedangkan langit berwarna jingga ataupun merah biasanya pada pagi atau senja hari. Saat Matahari terbit atau tenggelam lebih tepatnya.

c 88

Pernahkah Anda bertanya apa yang mendasari hal tersebut terjadi? Karena itulah, mari kita jawab dengan belajar bersama disini. Tapi, untuk menjawabnya kita perlu ilmu Fisika. Jadi, saya harap Anda akan dengan senang hati mempelajari ilmu Fisika ya J

Ada konsep yang bisa menjelaskan kenapa fenomena alam ini terjadi. Yaitu konsep penghamburan cahaya oleh partikel atau molekul atmosfer kita yang sangat ditentukan oleh panjang gelombang masing-masing cahaya.

Gelombang cahaya yang memiliki ukuran lebih panjang tidak akan mendapatkan rintangan dari partikel yang panjangnya lebih kecil dari panjang gelombang cahaya tadi. Contohnya molekul-molekul udara.

Ketika langit berwarna biru, sebenarnya yang terjadi adalah penghamburan warna merah dan jingga yang lebih sedikit dari cahaya biru dan ungu. Namun, berbeda dengan waktu saat Matahari terbit dan tenggelam.

Ketika itu, gelombang cahaya menempuh jarak yang lebih panjang untuk mencapai mata kita. Dan cahaya yang mampu mencapai mata kita adalah yang memiliki frekuensi lebih rendah. Sebab, semakin tinggi frekuensi cahayanya maka semakin kuat cahaya itu dihamburkan. Maka yang berpotensi dihamburkan paling besar adalah warna biru dan ungu.

Masih ingat warna Matahari yang terdiri dari paduan me-ji-ku-hi-bi-ni-u kan? Mereka memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Dari kiri ke kanan frekuensinya semakin besar.

Kenapa cahaya yang mampu mencapai mata kita pada saat Matahari terbit dan tenggelam adalah yang memiliki frekuensi rendah?

Sebab pada saat Matahari terbit dan terbenam memiliki jarak paling panjang untuk mencapai mata kita. Gambar saja setengah lingkaran, saat Matahari terbit dan tenggelam berada di ujung-ujung bidang tersebut bukan? Nah, karena itulah jarak yang ditempuh lebih besar dibanding saat Matahari berada lurus di atas kepala kita, jaraknya lebih dekat dengan kita.

Lalu apa hubungannya?

Pada saat Matahari terbit dan tenggelam, karena jaraknya yang lebih panjang tadi maka cahaya banyak dihamburkan oleh atmosfer. Yang banyak dihamburkan adalah cahaya yang frekuensinya tinggi, itu berarti cahaya biru dan ungu. Maka, cahaya yang mudah sampai ke mata kita adalah cahaya dengan frekuensi rendah. Dalam hal ini berarti merah dan jingga.

Baca Artikel Lainnya :

Bagaimana kalau di planet atau objek di luar angkasa sana?

Ambil saja bulan sebagai contohnya. Karena di bulan tidak terdapat atmosfer, maka cahaya tidak akan dihamburkan. Karena itulah disana yang ada hanya hitam dan gelap. Tidak mengenal istilah siang atau malam.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *