Ini Alasan Mengapa Setiap Pria Memiliki Jumlah Sperma yang Berbeda

Banyak hal yang diduga menjadi penyebab jumlah produksi sperma atau air mani pada pria berbeda-beda. Mulai dari faktor makanan, produksi hormon testosteron, pola hidup, sampai tingkat stres. Kerap juga, hal ini dihubungkan dengan tingkat kesuburan dan tingkat kepuasan seksual saat orgasme. Apakah hal ini benar?

l 12

Seorang Urologis yang bekerja di pusat kesehatan perempuan di Denville, New Jersey, Michael Ingber, M.D. menyatakan bahwa jumlah cairan semen pada air mani yang dihasilkan tidak berhubungan dengan tingkat kesuburan apalagi tingkat kepuasan seksual saat orgasme, juga tidak ada hubungannya dengan ejakulasi.

Menurut Ingber, perbedaan jumlah sperma yang dihasilkan setiap pria dipengaruhi oleh proses datangnya air mani pada organ reproduksi pria.

Ingber menjelaskan bahwa sperma datang dari vesikula seminalis dan kelenjar prostat, kemudian berirama dan mengalami kontraksi oleh otot pada dasar panggul bersama dengan otot bubocavemosus pada pangkal penis. Semua ini mendorong semen keluar.

Ingber mengakui bahwa kasus ejakulasi dini secara fisik berpengaruh pada berkurangnya jumlah sperma dalam organ reproduksi pria. Hal ini disertai dengan sedikitnya intensitas kontraksi pada otot dasar panggul pada pria.

Semua inilah yang menyebabkan adanya variasi produksi jumlah sperma.

Air mani sendiri merupakan cairan bening yang berasal dari kelenjar vesikula seminalis sebanyak 30 %, kelenjar prostat sebanyak 60% dan sisanya dari kelenjar bulbouretra. Fungsi dari cairan ini sendiri adalah untuk memberi nutrisi, membantu pergerakan sperma, transportasi, dan fungsi lubrikasi saat penetrasi.

Air mani juga mengandung cairan basa untuk menetralisasi keadaan asam, sebab suasana asam yang terlalu berlebihan dapat membunuh sel sperma itu sendiri.

Sedangkan sperma terdapat pada cairan ejakulasi yang dihasilkan oleh testis dan akan keluar saat terjadi orgasme bersamaan dengan air mani.

Ingber menjelaskan kembali bahwa jumlah sperma tidak terkait dengan faktor kesuburan.

Cairan semen dapat keluar terlebih dahulu ketika seorang pria benar-benar merasa terangsang. Terlebih ketika pria mencapai titik orgasme sehingga produksi semen menjadi meningkat.

Baca Artikel Lainnya :

Jumlah air mani dan semen sangat menentukan bagi sel sperma untuk bisa mencapai sel telur meski jumlahnya miliaran dan hanya satu yang dapat bertemu dengan sel telur, namun banyak dari sel sperma yang mungkin mengalami kendala sehingga mati di perjalanan sehingga jumlah sebanyak ratusan ribu sekalipun bisa habis sebelum mencapai sel telur.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *