Ini Dia Cara Menghadapi Istri yang Boros

Memiliki pasangan yang membuat jebol dompet tentunya sangat menjengkelkan dan bisa membuat tekanan darah jadi melonjak ya. Sudah capek-capek kerja dari jam 5 sampai jam 5 tapi semuanya hangus hanya dengan sekali belanja.

c 105

Sebenarnya, Anda bisa memaklumi hal ini, sebab sudah kodrat perempuan untuk suka belanja *penulis juga perempuan sih^^* Namun kalau sudah mencapai taraf tertentu, ya tidak bisa dibiarkan juga. Sebab, sebagai imam, Anda harus membimbingnya dan selalu menunjukkan mana yang benar dengan cara yang benar juga tentunya. Jangan memaksakan, gunakan cara yang mudah dipahaminya dan hindari cara yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.

Berikut cara yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi kebiasaan boros istri Anda:

1. Diskusikan dengannya secara baik-baik

Untuk berdiskusi, Anda tidak perlu secara langsung mendudukkannya di kursi dan memintanya menatap Anda. Sebab, bukannya terus terang, sang istri justru merasa sedang dihakimi. Ia akan tertekan. Jangan gunakan cara ini.

Santai saja, namun tetap tergantung bagaimana karakter istri Anda sih ya. Kalau memang karakternya harus ditegur secara langsung baru kena, ya sebaiknya lakukan itu saja.

Berterus teranglah padanya, ada istri yang tipenya kalau disindir saja sudah cukup. Maka Anda bisa mengatakannya secara tersirat. Ajak dia ngobrol santai, ngalor-ngidul juga tidak masalah, asalkan intinya tercapai.

Ceritakan padanya, bahwa teman Anda bisa menyekolahkan ke-9 anaknya sampai S3 di luar negeri karena kepiawaian istrinya dalam mengelola keuangan. Kalau tidak memiliki teman seperti ini bagaimana? Ini hanya contoh saja, Anda bisa mengaplikasikan cerita lainnya kok.

2. Buat perencanaan keuangan bersama

Beri kepercayaan dan bimbing istri untuk membuat perencanaan jangka pendek dan panjang bagi masa depan keluarga seta target yang harus dicapai. Ajari dia untuk me-manage semua itu dengan sebaik mungkin. Dan tanyakan bagaimana perkembangannya setiap periode waktu tertentu.

Bukan berarti Anda mempekerjakan istri sebagai asisten keuangan. Namun, bagaimanapun keterampilan ini harus dimiliki istri supaya bagian vital keluarga tidak tercerai berai.

3. Tidak ada salahnya memiliki tabungan yang tidak diketahui istri

Bukan berarti tidak mempercayai istri, namun memang tidak ada salahnya memiliki senjata tersembunyi yang bisa dikeluarkan jika dapur sudah mulai tidak mengepulkan asapnya^^.

Miliki tabungan khusus untuk keperluan sangat mendesak. Bagaimanapun, ada kalanya perekonomian kita berada di bawah. Ketika itu, bukan tidak mungkin, keperluan sedang sangat mendesak dan tidak bisa menunggu lagi. Saat itulah, gunakan senjata ini.

4. Kenali karakter istri Anda

Selain boros, jika istri Anda memiliki karakter lain yang buruk juga, maka Anda harus melakukan tindakan preventif. Misalnya, istri Anda memiliki karakter sukar menahan hasratnya akan keinginan terhadap suatu barang yang sedang dalam discount. Atau istri Anda tidak bisa dipercaya untuk memegang terlalu banyak uang, sebab ia akan bingung bagaimana menghabiskannya*hanya ibarat saja.

Jika demikian, maka jangan sampai menyimpan uang tunai terlalu banyak di rumah. Simpan untuk suatu kebutuhan mendadak saja, itupun jika istri Anda memiliki karakter yang saya sebutkan tadi, sebaiknya simpan di tempat yang membuat istri harus berpikir ulang untuk membukanya.

Seperti di brankas besi atau almari khusus. Istri tidak akan berani membukanya begitu saja. Butuh keberanian yang besar untuk melakukan itu.

Baca Artikel Lainnya :

Namun, hal-hal di atas tidak dimaksudkan supaya Anda berpikiran buruk terhadap istri. Tentu menjaga kepercayaan antara kedua pihak tetap menjadi prioritas utama, hanya tetap sadari bahwa istri adalah manusia biasa yang bukan tidak mungkin akan melakukan kesalahan. Dan Andalah yang mempunyai kewajiban untuk membimbingnya.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *