Ini Dia Misteri Lautan Luas yang Menyala

Bumi kita memiliki berbagai rahasia dan penampakan unik yang jarang atau bahkan belum pernah kita temui sebelumnya. Keberadaan berbagai hal yang jarang kita lihat selalu berhasil mencuri perhatian dan menjadi pembicaraan yang cukup intens baik di kalangan ilmuwan maupun masyarakat umum.

Reaksi orang terhadap fakta-fakta unik di kehidupan ini pun ditanggapi dengan respon yang berbeda-beda. Ada yang takjub, kagum, ada pula yang langsung mengkaitkan dengan ilmu pengetahuan dan penelitian yang pernah dilakukan, hingga menanggapi secara ajaran agama.

n 22

Keunikan di dunia ini mungkin mulai menampakkan dirinya. Entah karena eksistensi mereka sudah saatnya tiba atau kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang membuat kita menemuinya.

Lautan luas yang menyala merupakan salah satu topik keunikan dunia yang kini sedang hangat menjadi pembicaraan baik oleh masyarakat umum maupun oleh penelitian.

Area bercahaya atau nama lainnya bioluminescent yang paling besar dan terdapat di bumi bisa Anda temui di wilayah tanduk Afrika atau Horn of Africa.

Laut susu dikenal sebagai wilayah laut yang ditemui oleh awak kapal dagang asal Inggris di tahun 1995. Mereka menyebutkan bahwa lautan tersebut memiliki warna putih seperti susu.

Keberadaan laut tersebut menjadi misteri hingga tahun 2005 berbagai spekulasi dan penelitian mencoba membuktikan penyebab lautan tersebut menyala meski belum menemui penyebab pasti hingga saat ini.

Masih menjadi misteri kemunculan cahaya yang cukup besar di lautan ini. Dikatakan cukup besar, sebab dari laporan hasil pemantauan oleh Program Satelit Meteorologi Pertahanan Amerika Serikat, lautan menyala tersebut setidaknya memiliki panjang hingga 250 km!

Dari satelit luar angkasa, kita bisa melihat warna biru menyala di lautan ini dan hal ini cukup menarik perhatian para ilmuan mengenai kemungkinan terbentuknya nyala di lautan ini.

Lautan luas yang menyala tersebut lebih dikenal dengan sebutan Laut Susu. Para ilmuwan umumnya mengabaikan cerita ini karena anggapan timbulnya cahaya dari sekumpulan bakteri Vibrio harveyi dianggap masih mustahil mengingat luas wilayah lautan yang bercahaya tersebut mencapai 15.400 kilometer persegi.

Inilah yang membuat para ilmuwan menjadi ragu apakah penyebab kemunculan cahaya di lautan tersebut murni akibat keberdaan bakteri.

Bakteri yang bersinar dan menyebabkan laut susu tersebut seolah memiliki lampu itu ditafsir sedang menarik perhatian ikan yang bisa digunakan sebagai inangnya sehingga bakteri tersebut bisa bertahan hidup.

Baca Artikel Lainnya :

Bakteri Vibro harveyi sendiri dikenal sebagai jenis bakteri gram-negatif yang cukup sering dan khas ditemukan di wilayah laut. Bakteri ini memiliki sifat fakultatif anaerob positif test untuk oksidasi dan diketahui tidak membentuk spora.

Bakteri satu ini menjadi salah satu kendala bagi orang yang berminat budidaya kerapu tikus, khususnya di wilayah Indonesia.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *