Ini Dia Penemu Ballpoint – Laszlo Biro

Ini Dia Penemu Ballpoint – Aszlo Biro – Penggunaan bolpoin tentu sudah menjadi hal yang biasa diantara kita semua. Karena semua orang pasti butuh menulis bukan? meskipun terkadang fungsi ini mulai tergantikan oleh komputer atau mesin ketik. Tapi suatu dokumen tidak bisa dianggap dokumen resmi jika tidak ada bubuhan tanda tangan dari sebuah tinta bolpoin.

Untitled

Dengan demikian, bolpoin tetap memiliki tempat istimewa dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi tahukah anda bagaimana sejarah bolpoin sampai akhirnya menjadi seperti sekarang?

Meskipun kecil dan seperti tidak ada kesulitannya, tapi membuat bolpoin seperti sekarang juga tidak bisa serta merta. Jadi, pada dasarnya perkembangan alat tulis yang sampai akhirnya menjadi bolpoin ini bisa diringkas sebagai berikut:

  1. Di tahun 400 Sebelum Masehi, muncul pen dari bahan tangkai alang-alang yang kemudian dicelup ke tinta dan dikenal di daerah Asia dan Timur Tengah.
  2. Di tahun 800 Masehi atau abad ke-8 mulai dikenal bulu angsa sebagai pena, dengan cara kerja seperti halnya tangkai alang-alang diatas, saat ini juga dikenal pena dari kuas seperti di Cina dan Jepang.
  3. Tahun 1826’an mulai dikenal pena dengan ujung baja yang jenisnya bermacam-macam, ada yang bundar, lancip dan sebagainya yang diperkenalkan oleh J. Mitchell dari Birmingham Inggris. Tetapi tetap saja cara kerjanya dengan mencelupkan ujung pena ke dalam tinta.

Dari ketiga model pena yang dijelaskan diatas, dapat ditarik satu persamaan. Yaitu ketiganya menggunakan tinta terpisah untuk membuat pena ini berfungsi dengan baik. Namun ada satu masalah yang dikeluhkan oleh para pengguna pena ini, yaitu kertas jadi terlihat tidak rapi. Tinta berceceran di atas kertas.

Belum lagi ketika tinta mengering sebelum diaplikasikan ke kertas, tentu akan banyak mengeluarkan biaya bukan? Bahkan saat itu untuk pena dari baja yang diperkenalkan oleh J. Mitchell harganya juga sangat mahal. Setara dengan 7 kilogram beras pada masanya.

Akhirnya sebuah inovasi baru muncul di tahun 1883 melalui karya seseorang dari New York dengan nama Lewis E. Waterman. Beliau memperkenalkan karyanya di tahun 1884 berupa pen yang telah memiliki kantung tinta di bagian bawah.

Idenya didasari pada hukum kapiler yang membuat tekanan akan menyebabkan udara mengalirkan tinta ke dalam ujung pena sehingga pena dapat dituliskan di atas kertas. Karya ini kemudian dipatenkan pada tahun 1884 dan saat itulah teknologi baru sebuah pena yang seperti kita kenal sekarang ini mulai diperkenalkan. Beliau juga yang memperkenalkan tutup pena sehingga tinta tidak cepat mengering.

Dari kesemua karya ini, pada akhirya menarik minat seorang jurnalis berkebangsaan Argentina yang bernama Lazlo Biro di tahun 1938. Awalnya beliau melihat bagaimana tinta di sebuah surat kabar dapat mengering secara cepat dan tidak menimbulkan bekas atau noda di bawah maupun atas dari kertas tersebut. Tapi beliau tidak begitu paham dengan jenis tinta yang pas digunakan. Sehingga beliau menggandeng saudaranya seorang ahli kimia yang bernama George.

Pada saat itu muncullah ide dimana ujung pen dibuat dalam bentuk bola yang dengan gaya gravitasi dan hukum kapiller dapat dialiri tinta yang tersimpan dari pipa silinder yang tersambung diatasnya. Bola di ujung pen ini dibuat dari bahan baja dan dapat berputar dengan bebas.

Dengan dialiri tinta sehingga bolanya basah dan dapat digunakan untuk menulis. Karena bentuknya yang seperti bola inilah maka pena baru ini disebut dengan ballpoint atau orang Indonesia menyebutnya bolpoin. Penemuan ini kemudian disempurnakan oleh H. Mertin dan F. Millles.

Baca Juga :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *