Iskandar Muda, Seorang Sultan dari Aceh

iskandarBiografi Iskandar Muda, Seorang Sultan dari Aceh – Iskandar Muda lahir pada tahun 1583. Iskandar Muda merupakan sultan Aceh yang ke dua belas yang memimpin kesultanan dengan mendapatkan penambahan daerah kekuasaan terbesar dan merupakan penguasa terkuat dan kerajaan terkaya di kepulauan Indonesia bagian baratdan Selat Malaka.

Nama Iskandar Muda sendiri secara catatan sejarah berarti Alexander Muda dan pencapaiannya sering dibandingkan dengan Alexander the Great.

Sebagai tambahan pencapaiannya yang tercatat, selama Iskandar Muda menjabat sebagai sultan, Aceh menjadi dikenal sebagai pusat internasional perdagangan dan pembelajaran Islam.

Iskandar Muda ini memiliki ayah yang bernama Mansur Syah, yang merupakan cucu dari sultan Alauddin al-kahar. Ibunya Iskandar Muda sendiri adarah puteri Raja Inderabangsa yang merupakan anak perempuan dari Sultan Alauddin Ri’ayat Syah Sayyid al-Mukammal.

Melalui garis keturunan orang tuanya, Iskandar Muda kemudian mengkombinasi dua cabang dinasti kesultanan Aceh. Masa kecil dan mudanya digambarkan pada Hikayat Aceh yang mana kualitas pribadinya dipuji. Iskandar Muda dikenal dalam sejumlah nama dan gelar, khususnya Perkasa Alam yang juga nama yang ia gunakan setelah naik tahta (Iskandar Muda bukan sebuah nama anumerta).

Di sekitar tahun 1605, Iskandar Muda dibuang oleh pamannya Sultan Ri’ayat Syah II dan melarikan diri ke Pidie dimana pamannya yang lain Husain merupakan pemimpin ditempat tersebut.

Bersama-sama mereka merencanakan pemberontakan melawan Sultan Ali. Perkasa alam atau Iskandar Muda mendapat tugas memimpin pasukan Pidie, tetapi pada akhirnya mereka menolak untuk berperang dan Iskandar Muda dipenjara oleh sultan. Bagaimanapun, ketika Portugal menginvasi Acaeh di tahun 1606, Iskandar Muda dibebaskan dari penjara dan menistimewakan dirinya sendiri dalam peperangan melawan orag kafir.

Pasukan invasi dipukul mundur dan meninggalkan Aceh dan Iskandar Muda naik dalam dihargai dalam pengadilan. Ketika Sultan Ali tiba-tiba meninggal pada tanggal 4 April 1607, Iskandar Muda dapat mengambi kembali mahkota miliknya dalam hari yang sama. Iskandar Muda memenjarakan pamanya yang lain Husain dan kemudian membunuhnya.

Kesuksesan Iskandar Muda didasarkan pada kekuatan militernya. Pasukan tentaranya terdisi dari 600-800 orang dengan menggunakan kuda Persia, pasukan gajah dan lebih dari 2000 meriam dan senjata api (baik dari Indonesia maupun Eropa). Iskandar Muda menyatukan kekuasaan hingga sumatera bagian utara deli, aru dan johor.

Dasar perekonomian kesultanan ini adalah perdagangan rempah khususnya cabai. Konflik antara Aceh dan Johor dan Malaka Portugial begitu juga beberapa pelabuhan yang memproduksi cabai merupakan penyebab utama konflik militer.

Iskandar Muda juga membuat keputusan ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi seperti tingkat bunga rendah dan menyebarkan penggunaan koin emas.

Seperti kesultanan lainnya yang memiliki masalah dalam mengelola pertanian untuk memproduksi banyak persediaan makanan untuk militer dan aktivitas komersial ibu kota. Iskandar Muda memiliki solusi dengan membawa tahanan perang ke lahan pertanian sebagai budak untuk mengerjakan produksi pertaniannya.

Di antara orang-orang Aceh, Iskandar Muda disamakan sebagai seorang pahlawan dan simbol kebesaran Aceh di masa lalu.

Secara menyeluruh Iskandar Muda diberikan gelar Po Teuh Meureuhom yang artinya baginda raja kami terdahulu yang tercinta atau Marhum Mahkota Alam. Iskandar Muda memiliki beberapa bangunan dan struktur di daerah atau dekat daerah Banda Aceh yang menggunakan namanya.

Diantaranya adalah Bandara Sultan Iskandarmuda dan pusat pasukan Udara (TNIAU) Sultan Iskandar Muda. Kodam Iskandar Muda merupakan nama dari komando area mileter yang merupakan pusat komando di provinsi Aceh.

Baca juga : Sisingamangaraja XII, Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *