Israel, Berawal dari Janji Atas Tanah Suci

Israel, Berawal dari Janji Atas Tanah Suci – Nama Israel, ditemukan pertama pada prasasti Merneptah Mesir Kuno pada abad ke-13 SM.

Prasasti itu merujuk Israel sebagai sekelompok orang yang berasal dari tanah tertentu. Menurut kepercayaan bangsa Yahudi, tanah Israel merupakan tanah suci yang dijanjikan Tuhan seperti disebutkan pada kitab Taurat.

kuliner

Diaspora bangsa Yahudi ke Eropa diawali dari penaklukan tanah Israel kuno oleh kaum Muslim pada abad ke-7. Hingga awal abad 20, tanah Israel pun menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah.

Negara Israel modern dimulai dari penindasan umat Katolik kepada kaum Yahudi pada awal abad ke-12.

Ini memicu migrasi bangsa Yahudi ke tanah suci secara besar-besaran. Pada tahun 1901, seorang Yahudi, Theodor Herzl, mengemukakan sebuah gagasan atas pendirian Negara Yahudi di tanah suci yang telah dijanjikan dalam kitab mereka. Ia pun lantas mendirikan gerakan politik Zionis untuk mewujudkan gagasan tersebut.

Selepas Perang Dunia Pertama, dibantu oleh Britania Raya, kelompok besar kaum Yahudi berhasil menginvasi Palestina. Berdasarkan mandat yang diberikan oleh Liga Bangsa-Bangsa, melalui pemerintah Britania Raya, penempatan Yahudi di Palestina pun dimulai.

Imigran Yahudi di Palestina meningkat pesat pasca kejadian Holocaust, yaitu sebuah issue mengenai pembantaian kaum Yahudi secara besar-besaran pada masa pemerintahan Hittler. Hingga pada tahun 1939 populasi kaum Yahudi di Palestina meningkat menjadi 33%.

Keaadaan tersebut lantas memicu protes dari bangsa Arab, dan terjadilah konflik Palestina. Selepas tahun 1945, Britania Raya menarik diri dari mandat Palestina karena tidak mampu mengatasi konflik yang kian meruncing.

Tahun 1947, dewan PBB berencana membagi wilayah menjadi dua bagian, lalu menjadikan Yerussalem sebagai kota international yang secara administrative pengelolaannya berada dibawah pengawasan PBB.

Bangsa Arab menolak rencana ini, alasan utamanya karena meski populasi bangsa Yahudi yang hanya 30% namun mereka justru mendapatkan hampir separuh dari total wilayah yang diperebutkan.

Perang semakin membesar kala kaum Yahudi yang dulu bersikap defensive berbalik menjadi ofensif dan bertindak begitu agresif dalam rangka pendudukan wilayah Palestina.

Tepat sehari sebelum pelepasan mandat dari Britania Raya atas Palestina, 14 Mei 1948 Agensi Yahudi memproklamirkan kemerdekaannya dengan mendirikan sebuah Negara baru bernama “Israel”.

Baca Artikel Lainnya :

Proklamasi kemerdekaan ini pun menjadi penyebab meletusnya Perang Arab-Israel 1948 dan terus berlangsung hingga saat ini.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *