Jalan-Jalan Ke Shinjuku Jepang, Melihat Koleksi Kimono Terbaik di Dunia

Moshi-moshi minasan, masing-masing negara pastinya memiliki pakaian tradisional untuk melakukan tradisi budaya di negaranya atau untuk sekedar dikenakan karena bangga dengan budaya negara yang mereka tinggali.

Di negara Sakura, terdapat pakaian tradisonal yang cukup terkenal di seluruh dunia bernama Kimono. Apakah anda ingin tahu lebih lengkap tentang Kimono, simak ulasan singkat dari kami di bawah ini.

pro

Kimono adalah pakaian tradisional Jepang, berasal dari kata ki yang berarti pakai, dan mono berarti barang atau benda, sehingga jika digabungkan maka kimono berarti satu stel baju atau sesuatu yang dikenakan bergaya fashion Jepang.

Bentuk Kimono sendiri beragam tetapi yang paling utama adalah Kimono berlengan panjang dan berkerah, panjang busana bisa mencapai pergelangan kaki.

Wanita Jepang suka memakai Kimono berbentuk terusan sedangkan prianya sering memakai Kimono berbentuk setelan dan memakai sabuk yang dililitkan di perut/pinggang yang disebut obi, alas kakinya sendiri saat mengenakan Kimono bernama zori atau geta.

Aksesori dan pelengkap dari Kimono bisa anda baca ulasannya di bawah ini :

1). Hakama. Hakama adalah celana panjang pria yang dibuat dari bahan-bahan berwarna gelap. Celana jenis ini berasal dari daratan China dan mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum sejak zaman Asuka dulu. Selain dikenakan oleh pendeta Shinto, hakama dikenakan oleh pria dan wanita di bidang olahraga bela diri tradisional Jepang seperti kendo atau kyudo.

2). Geta. Geta adalah sandal berhak dari kayu. Maiko atau remaja putri dan para wanita d Jepang suka memakai geta berhak tinggi dan tebal yang disebut dengan pokkuri.

3). Kanzashi. Kanzashi adalah hiasan rambut seperti tusuk konde yang disisipkan ke rambut si wanita sewaktu memakai kimono.

4). Obi. Obi adalah sabuk dari kain yang dililitkan ke tubuh si pemakai sewaktu mengencangkan pakaian kimono mereka.

5). Tabi. Tabi adalah kaus kaki sepanjang betis yang dipakai oleh wanita Jepang sewaktu memakai sandal khas Jepang.

6). Waraji. Waraji adalah sandal dari anyaman tali jerami.

7). Zōri. Zōri adalah sandal tradisional yang dibuat dari kain atau anyaman.

Shinjuku (新宿) – Tokyo / JPN Sebagai Objek Wisata Kota Tua Di Jepang.

Sebagai ibu kota salah satu negara yang paling dikenal akan etos kerjanya yang sangat tinggi dan banyak terdapat toko-toko pakaian yang menjual koleksi Kimono terbaik dan tertua di dunia, kota Tokyo jelas merupakan salah satu kota paling sibuk di dunia.

Namun jika anda bertanya, dari sekian banyak wilayah kawasan wisata menarik yang ada di di kota Tokyo, daerah mana saja yang merupakan daerah tersibuk di sini ?

Maka jawabannya adalah Shinjuku. Shinjuku adalah sebuah distrik dari 23 distrik khusus di wilayah Tokyo yang sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan dari Tokyo.

Shinjuku tak hanya terkenal karena kompleks gedung kantor pemerintahannya yang serba modern, tapi dewasa ini, distrik ini menjadi pusatnya beragam aktifitas dagang, dimana kawasan ini sejak dulu dikenal sebagai pusat bermacam fasilitas hiburan seperti pusat perbelanjaan (pasar tradisional, minimarket, supermarket hingga mall-mall besar), wisata kuliner, dan seribu satu jenis hiburan malam.

Beragam variasi akomodasi dari yang paling mahal hingga termurah mudah ditemukan disini, begitu juga dengan aneka jenis fasilitas pendukung lainnya seperti fasilitas pendidikan, religi, taman, hingga kawasan wisata khusus untuk komunitas asing tertentu seperti turis Muslim.

Masing-masing fasilitas tersebut didukung dengan banyaknya jalur kereta api cepat yang berhenti tepat di Stasiun Shinjuku. Semua jalur kereta di Tokyo akan berhenti atau memiliki jadwal untuk melewati stasiun ini.

Melihat peradaban yang serba canggih dan modern tersebut, tak heran jika kota Shinjuku saat ini termasuk salah satu kawasan yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan saat akan berwisata ke Tokyo, dan Stasiun Shinjuku sangat tepat digelari sebagai stasiun kereta api tersibuk di dunia.

Apa yang paling menarik di sini ?

Sekedar informasi, menurut sejarah kota Shinjuku yang dimulai pada periode Edo, tepatnya ketika lingkungan di sekitar kastil mulai dibangun dengan memakai arsitektur modern, semua kuil Budha dan Shinto dipindahkan ke daerah Yosuya yang berlokasi disebelah barat Shinjuku.

Seiring waktu berkembang, di daerah itu didirikan bangunan penginapan terbesar pertama kali milik Lord Naito, seorang bangsawan Jepang kaya-raya pada masa itu, dimana penginapan itu masih baru dan banyak turis asing yang berkunjung ke sini buat berlibur, akhirnya daerah tersebut oleh para turis asing dikenal sebagai Naito-Shinjuku (Naito New Inn) yang terkenal sebagai daerah pembuat baju Kimono tertua di Jepang.

Sisi barat Shinjuku terdapat area bisnis yang penuh dengan kompleks gedung pertokoan fashion khas Jepang yaitu Kimono dengan beragam kreasi terbaru hingga koleksi Kimono tua yang berharga sangat mahal.

Sisi timur adalah daerah perbelanjaan departement store dan resto mewah menyediakan menu Eropa.

Baca Artikel Lainnya :

Apabila suatu hari anda berlibur ke kota ini, maka pada waktu malam hari sangat tepat untuk melakukan wisata belanja pakaian khas Jepang sambil setelahnya menikmati wisata kuliner Jepang gaya Eropa, disamping berkesan unik, biaya yang dibutuhkan juga murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *