Jamur Kuping? Bagaimana Cara Budidayanya?

Jamur Kuping? Bagaimana Cara Budidayanya? – Jamur merupakan salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Berbagai macam atau jenis jamur dapat ditemui dengan mudah di negara Indonesia, mulai dari jenis jamur tiram sampai dengan jamur kuping.

195

Dan salah satu jenis jamur yang terbilang paling populer di Indonesia adalah jamur kuping. Tanaman yang memiliki nama Latin Auricularia auricular ini banyak diminati oleh petani karana budidayanya terbilang mudah dan hasil yang didapat juga lumayan.

Selain itu permintaan pasar terhadap tanaman jamur kuping semakin hari juga semakin menunjukkan progres. Jamur yang satu ini dinamai jamur kuping karena memang memiliki bentuk yang menyerupai telinga manusia.

Jamur kuping sendiri juga memiliki beberapa jenis mulai dari jamur kuping merah, jamur kuping agar. Ketiga jamur tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Sekedar informasi bahwa tanaman jamur kuping dapat hidup di daerah yang memiliki suhu 20 sampai 30 derajat celcius.

Tak hanya itu saja, jamur kuping juga dapat tumbuh dengan baik di wilayah yang memiliki kelembaban 80 sampai 90 persen. Jamur kuping juga banyak diminati karena mengandung berbagai jenis zat yang baik bagi kesehatan.

Jamur banyak digunakan sebagai bahan berbagai macam olahan. Selain rasanya yang enak, mengonsumsi tanaman jamur sangat baik bagi kesehatan. Namun jangan sampai salah mengonsumsi jamur, karena ada beberapa jenis jamur beracun yang jika dimakan akan menganggu kesehatan.

Peluang usaha budidaya jamur kuping saat ini masih terbuka lebar, karena petani jamur kuping masih belum bisa memenuhi pasokan jamur yang dibutuhkan oleh pasar. Namun sebelum memulai budiadya jamur, harus terlebih dahulu tahu karakteristik jamur kuping dan bagaimana proses budidayanya. Untuk informasi mengenai proses atau tahap budidaya jamur kuping bisa dilihat pada ulasan berikut.

  1. Bibit Jamur

Untuk memulai budidaya jamur kuping, harus menyiapkan bibitnya terlebih dahulu. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka diperlukan bibit jamur yang memiliki kualitas bagus. Pemilihan bibit jamur sebaiknya dipilih bibit jamur yang sudah siap tanam (F4).

  1. Pengolahan Lahan

Setelah bibit tersedia, selanjutnya masuk ke dalam tahap pengolahan lahan. Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan cara menyesuaikan dengan habitat asli jamur. Biasanya media tanam yang digunakan untuk budidaya  jamur kuping terbuat dari campuran serbuk gergaji, bekatul, kapur, dan ditambah air secukupnya.

Agar menghasilkan media tanam yang baik, maka sebaiknya difermentasi terlebih dahulu dengan cara mendiamkannya selama 3 sampai dengan 5 hari sampai memiliki suhu hingga 70 derajat celcius. Fermentasi juga dilakukan sampai media berwarna coklat kehitaman.

Setelah media tanam atau lahan siap, bisa langsung dimasukkan ke dalam wadah yang tahan panas. Setelah media masuk ke dalam wadah, selanjutnya media dipadatkan dengan bantuan kayu. Setelah siap maka selanjutnya media tanam disterilisasi terlebih dahulu.

  1. Penanaman

Setelah media siap, bibit jamur langsung siap ditanam. Setelah bibit ditanam langsung masuk ke tahap inkubasi selama 4 sampai 8 minggu dengan tujuan agar jamur dapat tumbuh dengan baik. Inkubasi dilakukan dengan suhu antara 28 sampai 35 derajat celcius, dan dengan kelembaban mencapai 80 persen.

  1. Perawatan

Setelah semua proses selesai, jamur kuping langsung dipindahkan ke dalam kumbung yang telah disediakan. Lakukan penyiraman terhadap jamur kuping setiap 2 sampai 4 kali sehari.

  1. Panen

Panen jamur bisa dilakukan apabila sudah tumbuh lebar. Panen dilakukan dengan cara mencabut kuping jamur dari wadahnya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *