Jangan Terlalu Banyak Minum Air, Berbahaya

Saat kalian membaca judul artikel ini, sebagian orang mungkin bertanya-tanya “Apa benar minum air terlalu banyak berbahaya?” Mengejutkan memang, saat air merupakan bagian yang sangat vital bagi kehidupan manusia sehari-hari.

2

Tubuh kita terdiri dari 60-70% cairan dari berat tubuh dan air digunakan oleh tubuh kita untuk menggantikan cairan yang berkurang saat kita beraktivitas sehari-sehari. Hal ini sangat penting dilakukan, tetapi jika terlalu berlebih akan terjadi overdosis air yang fatal.

Pada tahun 2007, Jennifer Strange, wanita 28 tahun yang berasal dari California, Amerika Serikat, meninggal setelah selesai mengikuti kontes minum air di stasiun radio setempat.

Setelah mengkonsumsi 6 liter air selama 3 jam dalam kontes ini, Jennifer merasa mual. Ia pulang ke rumah dengan keadaan pusing, dan kemudian meninggal dari kejadian yang disebut Intoksinasi Air atau disebut juga Hiponatremia.

Kasus seperti Hiponatremia terjadi saat kita mengkonsumsi air terlalu banyak dalam jangka waktu yang pendek atau cepat sekaligus.

Padahal lambung kita hanya dapat memproses ± 1/2 liter air dalam 1 jam. Maka, apabila terlalu banyak memproses air, lambung manusia akan mengalami komplikasi dan “bocor”.

Penyebab

Permasalahan terletak pada jumlah kadar sodium. Salah satu guna sodium adalah untuk meyeimbangkan cairan di dalam dan di sekitar sel-sel dalam tubuh.

Mengkonsumsi air terlalu banyak akan menyebabkan ketidakseimbangan, cairan yang bergerak dari darah ke dalam sel, akan mengalami pembengkakan. Pembengkakan di dalam otak akan berakibat fatal dan memerlukan penanganan secepatnya.

Kadang bayi mengalami permasalahan ini. Badan mereka masih sangat kecil sehingga mereka tidak bisa memproses terlalu banyak air. Itulah alasan mengapa bayi hanya mengkonsumsi susu atau formula.

Kemudian terjadi juga di kasus yang lain seperti ritual budaya atau keagamaan dan kontes perlombaan dimana orang-orang mengkonsumsi jumlah air yang sangat berlebihan dengan sadar.

Tanda-tanda dan Pengobatan

Tanda-tanda peringatan dari hiponatremia terlihat seperti gejala apabila kita terlalu panas (heatstroke) dan kelelahan. Terasa panas, pusing, atau hanya merasa tidak enak badan. Gejala awal lainnya termasuk juga diare, mual, dan muntah-muntah.

Saat anda melihat seseorang yang memiliki tanda-tanda ini, bawa ia ke tempat yang teduh dan tanyakan penyebabnya.

Terkadang sulit melihat perbedaan dari intoksinasi air atau hipnotremia dan kelelahan akibat terpapar panas yang berlebih. Kecuali jika kita tau bahwa ia telah mengkonsumsi bergalon-galon air.

Apabila tidak ditangani secepatnya, kondisinya akan dengan sangat cepat menuju ke pembengkakan di otak, kejang-kejang, dan koma. Segera pergi ke rumah sakit terdekat secepatnya.

Saran dan Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah hipmotremia adalah untuk memastikan anda tidak mengkonsumsi air terlalu banyak dari yang anda sudah keluarkan. Tetapi itu memang sulit untuk diukur.

Para pakar mengatakan untuk mengkonsumsi air hingga tidak terasa haus, dan kemudian berhenti. Atau bisa dilihat juga saat anda pergi buang air kecil.

Chris McStay, dokter dari Universitas Colorado, Amerika Serikat mengatakan bahwa ini bisa dilihat dari urin yang dihasilkan. Jika berwarna gelap, maka anda mungkin mengalami dehidrasi dan harus minum secepatnya.

Kadang-kadang, akan membantu bila kita mengkonsumsi minuman khusus untuk olahraga untuk latihan yang intensif. Minuman khusus ini mengandung sodium dan elektrolit lainnya. Mengkonsumsi cairan yang lain selain itu dengan terlalu cepat akan menimbulkan masalah.

Sangat penting bagi kita untuk memperhatikan apa yang tubuh kita inginkan. Apabila anda mengkonsumsi cairan lebih dari batas kenyamanan anda, ini adalah tanda untuk segera berhenti.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *