Jaringan Epidermis pada Tumbuhan Beserta Fungsinya

Jaringan Epidermis pada Tumbuhan Beserta Fungsinya – Tumbuhan ialah salah satu makhluk hidup yang memiliki jaringan tersendiri, mulai dari yang paling luar hingga ke bagian dalamnya. Dalam hal ini, jaringan yang di luar itu disebut dengan jaringan epidermis. Dapat diketahui bahwa jaringan ini berfungsi sangat penting untuk melindungi jaringan yang berada setelahnya. Namun, jaringan tersebut memiliki daya tahan tersendiri yang mana di setiap saat dapat rusak ataupun hancur. Hal ini tak langsung membuat tumbuhan itu mati, tetapi masih tetap hidup karena telah digantikan oleh jaringan lain setelahnya, yaitu bernama jaringan gabus.

a

Selain itu, jaringan epidermis dalam semua tumbuhan sangat bervariatif yang sama-sama penting nan bermanfaat. Sekalipun jumlah dari epidermis tersebut bisa hanya ada satu deretan saja, namun bisa pula ganda. Bergantung pada jenis tumbuhan itu sendiri. Lebih tepatnya, jaringan ini telah tersusun oleh beberapa sel-sel hidup yang lainnya. Bentuk dari sel tersebut ialah pipih seperti selapis dan berderet dengan rapinya. Untuk mengetahui bentuk pastinya Anda bisa mengamatinya dari mikroskop

Berdasarkan fungsinya, jaringan epidermis ini sangat beragam, bukan hanya sebagai pelindung dari ancaman luar, tetapi yang lain juga mulai dari:

  • Melindungi lapisan dalam agar tak tersentuh oleh air kecuali pada bagian akar yang berumur muda
  • Mempunyai tugas untuk meresap mineral dan air pada bagian akar yang masih muda.
  • Melakukan penguapan air dengan proses yang disebut dengan gutasi ataupun evaporasi.
  • Sebagai tempat yang kuat untuk proses difusi dari oksigen dan karbondioksida bilamana tumbuhan tersebut melakukan respirasi.

Sebenarnya, bukan hanya itu saja keistimewaan dari sel epidermis, dimana pada jaringan yang satu ini pun bisa tumbuh dan lebih tebal dari tipis sebelumnya. Pun begitu, sel epidermis ini bisa mengalami sebuah penebalan di membran selnya. Tepatnya pada bagian atasnya selulosa dengan bentuk garis-garis lamella yang terstruktur.

Namun bila tumbuhan itu dalam keadaan kering, proses penebalan yang dilakukannya tidak hanya membuahkan hasil selulosa. Tetapi juga bisa mengandung komponen lain yaitu zat kitin. Lebih tepatnya, penebalan ini mudah saja untuk semakin tebal bilamana terdapat lapisan kutikula di dalamnya. Adanya lapisan ini pun semakin memperkuat sistem pertahanan dari sel epidermis tersebut. Sehingga semakin sulit ditembus oleh ragam komponen yang dapat merusak organ dalamnya.

Bila hal tersebut berlaku bagi tumbuhan kering, maka tak sama dengan tumbuhan lainnya yang hidup di air. Tumbuhan tersebut tidak memiliki kandungan zat kitin ataupun kutikula itu sendiri. Tetapi sebagai komponen penting yang lain, tanaman tersebut memiliki lemak dan dama. Dimana lapisan lilin tersebut pun mempunyai fungsi yang hampir sama yaitu menjaga air dari luar untuk tak masuk ke dalamnya. Karena bila ini terjadi sama saja menjadikan tanaman tersebut mati dan tak tumbuh.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *