Jenis dan Varian Mutasi Kodon Stop

Jenis dan Varian Mutasi Kodon Stop – Setiap tubuh yang tersusun oleh jutaan bahkan banyak sekali sel-sel ini dapat berfungsi sesuai sistemnya. Termasuk fungsi dari DNA yang teramat penting yakni sebagai sel hereditas untuk garis keturunan. Akan tetapi, fungsinya tak hanya itu saja karena terdapat fungsi lain yang sama-sama penting.

1

Proses tersebut ada yang terlaksana secara lancar namun juga bisa terjadi ketidaksempurnaan suatu sistem hingga akhirnya mengakibatkan hal yang tak diinginkan. Seperti suatu hasil yang kurang sempurna dan hal ini disebut juga degan mutasi.

Di dalam prosesnya, mutasi itu ada banyak yang mana masing proses dari kesalahan sistem ini akan dipengaruhi dan menghasilkan suatu hal yang tak sama. Dimana pada arti kata mutasi ini ialah suatu bentuk dari perubahan yang bersifat selamanya dan tak dapat dirubah.

Dari mutasi yang ada akan berdampak buruk namun ada pula yang berakibat baik. Seperti contohnya ialah mutasi kodon sebagai bentuk mutasi yang merugikan.

Dalam pengertiannya, mutasi kodon ini disebut mutasi kodon stop yang dimulai dari pengaruh DNA dan gen. Kedua unsur inilah yang berperan besar dalam proses tersebut. Sebelum berlanjut pada mutasi kodon itu terdapat hal-hal dasar yang perlu diketahui terlebih dahulu.

Seperti gen yang merupakan urutan DNA sebagai unsur yang mengkode protein dan protein itu terdiri dari asma amino dalam jumlah yang lebih nan tak menentu. Sedangkan DNA itu adalah faktor yang bersifat hereditas dari suatu individu dan semua hal ini telah diatur di dalam gen.

Peran dan fungsi dari DNA dan gen itu akan ada unsur lain yang saling berhubungan yakni mutasi kodon stop itu sendiri. Dalam proses ini terdapat dua hal yang saling terlibat, seperti:

1. Mutasi nonsense

Mutasi nonsense disebut juga suatu ketidaksempurnaan struktur sistem yang dimulai dari kodon yang pada seharusnya menentukan asam amino dirubah menjadi kodon stop. Akibat dari peristiwa ini ditimbulkan suatu protein yang lebih singkat atau pendek.

Pada umumnya, hasil tersebut tak cukup dan tak bisa menyelesaikan semua kebutuhan asam amino yang dibutuhkan dan kemudian menjadikan suatu ketergangguan. Hasil dari protein yang terpotong tersebut lebih dominan tak fungsional.

Hasil dari peristiwa ini bisa dimulai dari contoh bahwa suatu perjalanan dari suatu protein harus terhenti dan tak tahu harus bagaimana serta memang tak akan berlanjut. Pengaruh genetic seperti ini juga mengakibatkan resiko lain yakni pada penyakit cystic fibrosis.

2. Mutasi nonstop

Mutasi nonstop mempunyai pengertian dari suatu kebalikan mutasi nonsense itu. Peristiwa ini terjadi saat urutan dari kodon stop ikut berbuah untuk menjadi sekaligus menentukan pembentukan asam amino. Saat hal ini terjadi, proses translasi akan berlanjut hingga kodon ini menjumpai kodon stop yang lainnya.

Selain itu pada saat proses ini terjadi terdapat protein yang panjang dan tetap saja tak berfungsi. Hal ini seperti suatu proses yang tak henti-henti hingga ada baik di satu sisi namun juga buruk di suatu sisi. Akibatnya akan menimbulkan resiko yang disebut dengan kelainan genetic dan penyakit yang sangat langka.

Bahwasannya, kodon stop ini ialah sebuah struktur urutan dari DNa dan RNa yang dibutuhkan saat pembuatan asam amino dan protein untuk bekerja sama dalam suatu rangkaian. Bentuk dari tiga kondon stop ini ialah UGA, UAA, UAG. Dalam sebuah hasil DNA itu unsur U atau urasil akan digantikan menjadi timin atau T.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *