Jenis hewan Mikroskopis yang sangat penting untuk tanah

Hewan mikroskopis atau mikroorganisme merupakan organisme dengan ukuran sangat kecil, maka dari itu tidak dapat dengan mudah dilihat menggunakan mata telanjang. Mikroorganisme juga biasa disebut sebagai jasad renik atau mikroba. Dimana tanah yang subur akan mengandung lebih dari 100 juta hewan mikroskopis per gram tanah. Secara umum, aktivitas dari hewan mikroskopis tanah pada suatu profil tanah akan sangat ditentukan oleh ketersediaan unsur hara anorgamik dan juga susbstat energi.

1

Selain itu, pertumbuhan maupun aktivitas dari fauna terkecil ini ditentukan oleh sifat fisik serta kimia tanah. Sifat fisik tanah termasuk pada tekanan osmotik, temperatur, tegangan permukaan, radiasi, fenomena adsorpsi dan kekentalan. Sementara untuk fisik tanah secara kimia yang mempengaruhi adalah air, kualitas serta kuantitas hara anorganik dan organik, pH, udara, senyawa penghambat dan pendorong pertumbuhan, reduksi dan oksidasi.

Jenis-jenis mikroskopis penyubur tanah

Pemanfaatan hewan mikroskopis sendiri menawarkan teknik-teknik yang sangat memungkinkan di dalam memantapkan agregat tanah, mengendalikan patogen di dalam tanah, meningkatkan serapan unsur hara dan juga mempercepat pelapukan dari limbah organik padat yang tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan.

Hewan mikroskopis penyubur tanah yang seringkali digunakan di dalam bidang pertanian sendiri antara lain yaitu mikroba pelarut fosfat, rizobakteri penghasil zat-zat pemacu tumbuh, bakteri pereduksi sulfat, bakteri fiksasi nitrogen, miroba perombak bahan organik, mikoriza dan beberapa jenis mikroba penyubur tanah yang lainnya.

Jenis mikroba lainnya sebagai penyubur tanah

Adapun beberapa jenis mikroba yang turut berpengaruh dalam menyuburkan tanah antara lain:

  1. Azoospirilium SR
  2. Azotocacter SP
  3. Selulolitik
  4. Rill kroba Pelarut Fosfat
  5. Nictrosoccus
  6. Pseudomonas SP
  7. Nitrosomonas

Sistem kerja dan cara memperkaya hewan mikroskopis tanah

Cara kerja dari hewan mikroskopis tanah yang akan sangat membantu petani antara lain adalah:

  1. Mendaur ulang bahan-bahan organik yang ada di habitat tinggalnya.
  2. Organisme tanah akan membantu untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi setiap jenis tumbuhan yang ada dalam lahan tempat hidupnya.
  3. Hewan mikroskopis tanah juga akan memperbaiki struktur tanah.
  4. Hewan mikroskopis tanah mampu membantu petani untuk mengendalikan serangan hama dan juga penyakit pada tumbuhan.

Sementara untuk cara yang dapat dilakukan oleh petani guna memperkaya serta melestarikan jenis hewan mikroskopis tanah yang sangat beragam yaitu melalui upaya menyediakan makanan dengan mengelola lahan pertanian tanpa bahan kimia, memberikan aerasi yang baik untuk mencukupi tiap kebutuhan udara, menyediakan air dalam jumlah yang mencukupi pada lahan yang digarapnya serta melindungi habitat para hewan mikroskopis tanah tersebut.

Salah satunya yaitu dengan menambah tanaman penutup tanah guna melindungi habitat hewan mikroskopis yang hidup di dalam atau pun di permukaan tanah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *