Jenis – Jenis Cacat Mata Pada Manusia

Jenis – Jenis Cacat Mata Pada Manusia – Cacat mata pada manusia dibagi menjadi beberapa jenis, dimana masing – masing jenis tidak bisa dianggap remeh karena hal ini bisa terjadi kepada siapa pun. Untuk dapat mencegah kondisi buruk ini maka sebelum berujung kepada kebutaan yang sangat fatal terhadap kondisi kesehatan mata anda maka disarankan untuk mengenal beberapa jenis penyakit mata beserta dengan penjelasan singkat di dalamnya.

Penyakit mata ‘Presbiopi’.

Istilah lain dari penyakit mata jenis ini adalah penyakit mata tua dimana kondisi penderitanya memang memiliki keadaan rabun jauh maupun rabun dekat dalam waktu yang bersamaan. Sangat sulit digunakan untuk bekerja di depan komputer apalagi membaca maupun menjahit adalah masalah berat yang dihadapi oleh para penderitanya.

Penyebab munculnya penyakit mata ‘Presbiopi’.

Dikenal ada beberapa jenis penyebab atau faktor resiko anda terserang cacat mata jenis Presbiopi, antara lain :

  1. Faktor genetik dan lingkungan.
  2. Faktor proses penebalan pada lensa alami dan kehilangan ‘fleksibilitas’.
  3. Faktor usia bertambah tua.
  4. Faktor terjadinya perubahan protein terhadap lensa mata.
  5. Faktor penyakit diabetes, anemia, kardiovaskular, multiple sclerosis, hyperopia, trauma mata serta insufisiensi vaskular.

Gejala yang muncul.

  1. Terlihat adanya gejala umum yaitu penurunan penglihatan yang dilakukan secara bertahap.
  2. Membutuhkan cahaya super terang guna melihat objek yang terdekat sekalipun sekaligus difungsikan untuk membaca.
  3. Suka menyipitkan kedua mata hanya untuk mampu memandang objek terdekat.
  4. Suka menjauhkan bacaan yang sedang dibaca sejauh lengan.
  5. Mata menjadi mudah mengantuk dan lelah ketika sedang beraktivitas apalagi dengan kondisi melihat jarak dekat.
  6. Kesulitan dalam membaca tulisan yang berukuran kecil – kecil.
  7. Merasa sakit kepala setelah membaca buku.

Terapi Pengobatan Yang Dilakukan

Untuk mengobati jenis penyakit mata Presbiopi, ada beberapa jenis obat yang secara khusus ampuh buat menyembuhkannya. Cepat atau lambat penyembuhan ditentukan oleh kondisi Presbiopi dan pola hidup si penderita yang menyertainya, pada umumnya perawatan yang dilakukan oleh para dokter adalah dengan menyarankan untuk menggunakan ‘kacamata korektif’ operasi atau lensa kontak. Bantuan ini bertujuan untuk menjatuhkan bayangan cahaya secara langsung ke permukaan retina mata.

Penyakit mata Rabun Jauh / ‘Miopi’

Pengertian dari Miopi adalah istilah lainnya untuk penyakit mata Rabun Jauh dimana kondisi si penderita adalah melihat objek yang jauh tampak kabur sedangkan objek dekat terlihat jelas tertangkap oleh mata. Masing – masing penderita Rabun Jauh akan mengalami keadaan tingkat keparahan yang berbeda – beda antara kondisi satu dengan yang lainnya.

Penyebab Munculnya Penyakit Rabun Jauh

Penderita Rabun Jauh atau Mata Minus terjadi karena adanya kerusakan ‘refraktif’ pada kedua mata. Pada kondisi normal, lensa atau kornea mata akan membentuk ‘mulus’ sehingga cahaya yang masuk dapat secara langsung terfokus di bagian retina, sedangkan pada kondisi Mata Rabun Jauh, cahaya yang masuk justru terpusat pada bagian depan retina saja. Itulah sebabnya kenapa pandangan menjadi kabur yang diduga karena adanya faktor lingkungan atau keturunan.

Gejala Yang Diperlihatkan

Rabun Jauh bisa menyerang anak – anak hingga orang dewasa dengan menampakkan gejala umum antara lain :

  1. Kurang menyadari akan adanya objek yang berada jauh dari pandangan.
  2. Munculnya rasa sakit kepala disebabkan karena mata dipaksa untuk bekerja terlalu berlebihan.
  3. Pandangan mata mulai kabur ketika memandang objek yang letaknya jauh dari pandangan mata.
  4. Sering mengucek – ngucek mata karena merasa gatal atau sepat.
  5. Suka mengedip – ngedipkan mata terlalu sering secara berlebihan.

Pengobatan Yang Dilakukan

Sebelum melakukan pengobatan maka ketahui terlebih dahulu tingkat keparahan serta usia dari si penderita sehingga akan memudahkan penanganan Rabun Jauh yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Dengan mengaplikasikan penggunaan lensa kontak kacamata.
  2. Melakukan ‘implantasi’ lensa buatan.
  3. Melakukan operasi dengan memakai sinar laser.

Pencegahan Lainnya Dapat Dilakukan

Langkah – langkah di bawah ini bisa anda lakukan sebagai pertolongan pertama terhadap si penderita sebelum melakukan pengobatan secara klinis ke dokter guna memperlambat perkembangan kondisi Rabun Jauh.

  1. Cek kesehatan mata dengan teratur ke dokter spesialis mata jika dirasa ada sedikit gangguan.
  2. Berikan perlindungan terhadap mata dari sinar matahari.
  3. Untuk anda yang kebetulan menderita penyakit hipertensi dan diabetes, hendaknya selalu waspada dengan kondisi mata jika dirasa ada yang terganggu. 4/Hindari merokok dan mulailah mengonsumsi makanan / minuman sehat yang banyak mengandung vitamin A super besar agar mata tetap terjaga kesehatannya.
  4. Kenali dan ketahui tentang gejala – gejala penyakit mata Rabun Jauh.
  5. Mengenakan lensa kontak atau kacamata dengan ukuran yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan mata.

Penyakit mata Astigmastisma

Penyakit mata Astigmastisma atau Silindris merupakan salah satu masalah kelainan pada mata anda. Si penderita memiliki bentuk bola mata lonjong menyerupai telur sehingga menyebabkan penyebaran bayangan yang masuk ke dalam mata menjadi kurang terfokus dibagian retinanya. Bayangan jauh pun kelihatan bergelombang dan akhirnya kabur.

Penyebab Munculnya Penyakit Ini

Penyakit ini muncul pada kelompok anak – anak yang disebabkan karena adanya faktor keturunan. Penyebab utamanya adalah adanya kondisi Astimatisma atau Silindris dikarenakan anak – anak yang bersangkutan memiliki kebiasaan membaca yang buruk atau senang melihat benda – benda dari jarak dekat akan menyebabkan kornea mendapatkan tekanan secara berlebihan.

Gejala yang Muncul

Bagi para penderita Astigmatisma akan mengalami gejala – gejala sebagai berikut dengan disertai keluhan antara lain :

  1. Penglihatan mulai kabur apabila digunakan untuk melihat benda – benda jarak jauh maupun jarak dekat.
  2. Kondisi mata mulai lelah.
  3. Sering merasakan sakit kepala.

Pengobatan Yang Wajib Dilakukan

Para penderita yang terkena penyakit ini wajib memakai lensa kontak atau kacamata. Jika kondisi masih ringan, maka si penderita belum membutuhkan kacamata asalkan tidak ada Rabun Dekat maupun Rabun Jauh. Lensa Silinder adalah salah satu lensa yang digunakan untuk si penderita apabila sudah dalam keadaan parah, dengan operasi adalah jalan yang terbaik. Pilih operasi laser yang sering ditawarkan oleh para dokter tergantung dari tingkat keparahan si penderita agar lengkung kornea dalam kondisi membaik.

Penyakit mata Rabun Dekat

Nama lain dari penyakit ini adalah ‘Hyperopia’ dimana si penderita akan kesulitan ketika melihat objek jarak dekat yaitu penglihatan mulai agak kabur namun ketika melihat benda – benda jarak jauh justru akan tampak semakin jelas. Secara garis besar, Rabun Dekat dianggap erat hubungannya dengan masalah pembiasan.

Penyebab Utama

Rabun Dekat menyerang karena kondisi tidak terfokusnya cahaya yang masuk ke dalam retina mata atau justru jatuh di bagian belakangnya. Kornea mata dalam kondisi melengkung atau terlalu datar menjadi asal – usul kondisi buruk ini terjadi atau terlalu pendeknya bola mata sehingga menjadi kurang tebalnya lensa mata.

Faktor lainnya yang dapat meningkatkan resiko Rabun Dekat adalah karena usia, dimana kondisi ini lumrah saja terjadi terhadap orang – orang yang sudah berusia di atas 40 tahun rentan mengalami Rabun Dekat. Juga faktor genetika menjadi salah satu penyebab dimana para orangtua yang mewariskan penyakit ini kepada anak – anak mereka. Faktor lainnya adalah adanya masalah pembuluh darah di dalam retina disertai dengan penyakit diabetes dan tumor.

Pengobatan Yang Dilakukan

Untuk melakukan pengobatan agar penyakit ini benar – benar sembuh, hingga saat ini agak sulit untuk dilakukan namun perawatan harus tetap dilakukan antara lain :

  1. Dengan memakai kacamata lensa cembung.
  2. Dengan menggunakan lensa kontak sebagai alternatif dari pemakaian kacamata.
  3. Melakukan operasi laser agar lengkungan kornea menjadi meningkat dan cahaya menjadi lebih terfokus.

Pencegahan Yang Dilakukan

Pencegahan yang dapat dilakukan supaya penyakit ini tidak berkembang menjadi besar antara lain :

  1. Kurangi merokok.
  2. Gunakan pencahayaan yang lebih bermanfaat untuk membaca atau melakukan beragam aktivitas.
  3. Dengan mengonsumsi makanan bernilai gizi cukup tinggi.
  4. Memproteksi mata dari terkena bahaya sinar matahari di siang hari.
  5. Mengenal gejala – gejala dari Rabun Dekat.
  6. Mengendalikan penyakit yang sedang diderita contohnya adalah diabetes. 7/Mengenakan kacamata sesuai dengan kondisi kesehatan mata.
  7. Periksa kesehatan mata secara rutin.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang jenis – jenis cacat mata pada manusia, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *