Keadaan Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang

Masa penjajahan Jepang di Indonesia memiliki kontribusi besar atas perkembangan Indonesia hingga saat ini. Usai Belanda hengkang dari tanah air setelah 3,5 abad menduduki Indonesia, pada 1942 Jepang berhasil menduduki Indonesia hingga 1945.

Berbagai peraturan baru resmi ditetapkan Jepang pada masa itu. Salah satunya adalah, penggunaan bahasa Indonesia.

n 30

Berbeda dengan masa penjajahan Belanda yang mengharuskan penggunaan bahasa Belanda, pada masa penjajahan Jepang masyarakat Indonesia diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia. Peraturan tersebut sekaligus mengukuhkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Selain penggunaan bahasa Indonesia, pada masa itu Jepang resmi mendirikan koperasi atau disebut kumyai. Koperasi bertujuan membantu masyarakat Indonesia yang kala itu sedang dilanda penderitaan.

Pada masa penjajahan Jepang ini pula lahir Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Kedua badan itulah yang menjadi wadah lahirnya Pancasila.

Dalam bidang  kemiliteran, Jepang mendidik para pemuda Indonesia untuk berperang. Meski program tersebut bertujuan untuk memperkuat Jepang, para pemuda Indonesia pada zaman itu menggunakan ilmunya sebagai modal memperkuat kekuatan tanah air.

Walau Jepang hanya menduduki Indonesia selama kurang  lebih 3,5 tahun, masa itu disinyalir sangat kelam. Pada masa itu, Jepang menerapkan program kerja paksa atau dikenal dengan sebutan romusha.

Mayoritas para pekerja paksa ini berprofesi sebagai petani. Namun pada 1943, Jepang mewajibkan para petani untuk ikut serta dalam program kerja paksa ini.

Para pekerja romusha bukan hanya bekerja di dalam negeri, sebagian dari mereka bahkan dikirim keberbagai tempat di Asia Tenggara. Sekitar 4 hingga 10 juta penduduk Indonesia pada masa itu diperkirakan dipekerjakan paksa oleh pihak Jepang.

Pengambilan paksa hasil bumi juga dilakukan oleh pihak Jepang. Pihak militer Jepang kerap merampas makanan, pakaian, dan bahkan hasil pertanian penduduk Indonesia tanpa diberi kompensasi.

Pada masa itu, dunia masih dilanda  peran antar negara. Hal tersebut menjadikan Jepang merubah kegiatan perekonomian Indonesia menjadi fokus untuk kepentingan perang. Mayoritas sumber daya alam dan bahan mentah hasil kekayaan tanah air digunakan untuk mendukung kegiatan perang.

Jepang bahkan juga mengambil mayoritas hasil perkebunan, pabrik, dan bahkan beberapa usaha penting pada masa itu. Pembangunan juga menjadi fokus Jepang pada masa itu.

Hal tersebut menyebabkan lahan pertanian tak diperhatikan. Kondisi lahan pertanian tersebut menyebabkan produksi pangan dan kelaparan melanda Indonesia.

Baca Artikel Lainnya :

Pengawasan pada sistem ekonomi juga dijalankan dengan ketat pada masa penjajahan negeri matahari tersebut. Jepang berfokus pada pengawasan penggunaan persedian hasil alam.

Monopoli tebu dan gula juga dijalankan pada masa itu. Perbudakan juga terjadi pada masa itu. Para perempuan Indonesia dipaksa untuk menjadi budak atau pada masa itu disebut dengan yugunaifun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *