Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Batuk 100 Hari

Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Batuk 100 Hari – Mengenali gejala, penyebab, dan cara mengobati batuk 100 hari memang sangat penting. Pasalnya, tidak semua orang menyadari bahwa dirinya sedang mengalami penyakit tersebut, karena tidak pernah menghitung sudah berapa lama dirinya terus batuk-batuk dan tidak kunjung pulih.

1

Pada umumnya, batuk 100 hari itu bisa disebut juga dengan istilah batuk rejan atau dalam bahasa kedokteran dinamakan penyakit pertussis. Penyakit batuk 100 hari itu bisa muncul dikarenakan sebuah bakteri yang bernama Bordetella Pertussis. Bahkan, bakteri itu juga mudah menular dari orang yang sudah terinfeksi kepada orang lain melalui udara atau cairan (dahak) yang dikeluarkan oleh si penderitanya.

Bakteri Bordetella Pertussis itu bisa berada di lingkungan sekitar kita, sehingga dapat dengan mudah menginfeksi orang-orang yang tidak mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Pada umumnya, 60 % penyakit batuk 100 hari ini dialami oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Penyakit tersebut dinamakan batuk 100 hari karena sebelum ditemukan antibiotik, memang dibutuhkan waktu selama 3 bulan atau 100 hari bagi seorang penderitanya untuk sembuh. Akan tetapi, setelah ditemukan antibiotik, maka proses penyembuhannya bisa menjadi lebih cepat sehingga penderitanya tidak perlu merasakan sakit 100 hari lagi.

Gejala-gejala yang dialami oleh orang yang menderita sakit 100 hari ini memang pada umumnya baru akan dirasakan 5 hingga 20 hari setelah orang tersebut terinfeksi virus dan ditandai dengan timbulnya flu, batuk-batuk, pilek, mengalami radang tenggorokan dan biasanya disertai dengan demam. Penyakit seperti itu pun dapat menyerang anak-anak, bayi, hingga orang dewasa.

Batuk 100 hari ini bisa dikenali karena memiliki cirri yang sangat khas yakni batuk kering dengan tarikan sesak napas. Biasanya, dokter bakal melakukan evaluasi apabila seseorang sudah dua minggu lebih mengalami batuk. Untuk mendiagnosa jenis penyakit tersebut perlu dilakukan pemeriksaan suap tenggorokan dengan mengambil dahaknya supaya dapat melihat ada bakteri yang dimaksud atau tidak.

Cara mencegah batuk 100 hari yang bisa kita lakukan di antaranya adalah :

  • Apabila mengalami batuk-batuk dan disertai dengan rasa sesak napas, segera periksakan diri ke dokter.
  • Sebisa mungkin jauhkan diri Anda dari orang yang sudah terinfeksi virus tersebut.
  • Vaksin DPT (Difteri Pertussis Tetanus). Vaksin DPT pada umumnya akan diberikan selagi bayi sebab cukup signifikan untuk mencegah terinfeksi virus pertussis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Inggris, sebelum vaksin tersebut ditemukan kasus terjadinya batuk 100 hari itu adalah sekitar 200.000 per tahun. Akan tetapi, setelah adanya vaksin DPT tercatat hanya 2.000 kasus saja yang terjadi pada setiap tahunnya.

Maka dari itu, penting untuk diketahui jika penyakit batuk 100 hari itu tak akan bisa sembuh dengan sendirinya tanpa mengonsumsi obat seperti antibiotik. Deteksilah penyakit tersebut sesegera mungkin supaya dapat mencegah terjadinya komplikasi pada orang yang mengalaminya.

Baca Yang Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *