Keong Emas, Hewan Hias yang Jadi Hama

Keong Emas, Hewan Hias yang Jadi HamaBertani bukanlah proses yang mudah. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari modal, keadaan tanah, hingga hama.

Untitled

Hal terakhir ini tidak jarang membuat petani rugi besar. Selain hama wereng, satu hama lagi yang tidak kalah merusak adalah hama siput murbai, atau di Indonesia paling dikenal dengan istilah keong emas.

Tentang keong emas dan asal-usulnya

Siput murbai alias keong emas bernama latin Pomacea canaliculata, dan berasal dari Amerika Selatan. Meski sekarang ini dianggap hama, ironisnya keong ini dibawa ke Indonesia sebagai hewan hiasan di tahun 1981.

Meski ada pro-kontra tentang kebijakan mengimpor hewan ini, kekhawatiran tersebut baru terwujud ketika hewan ini berkembang biak dengan pesat. Di tahun 1995, hama keong emas pertama kali dilaporkan. Sejak saat itu, hewan ini lebih dikenal sebagai hama daripada hewan peliharaan.

Akibat dari keong emas

Hewan ini berkembang biak dengan kecepatan luar biasa di daerah dengan genangan air banyak, tidak heran jika keong emas betah berada di sawah yang butuh irigasi terus-menerus. Keong emas ini menjadi hama karena:

  • Memakan tanaman padi ketika masih berusia muda. Sebagai akibatnya, petani terpaksa harus menanam ulang tanamannya.
  • Bahkan tanaman padi yang sudah siap panen sekalipun tidak lepas dari teror hama ini.
  • Menyebabkan gatal-gatal yang sangat dan menyebar ketika dipungut langsung dengan tangan telanjang.

Pembasmian hama keong emas

Meski berkembang biak dengan cepat, tidak berarti hama ini tidak bisa diatasi. Jika Anda menemukan keong emas ini di lahan Anda, maka hal yang bisa Anda lakukan adalah:

  1. Basmi secara manual

Anda bisa melakukannya langsung dengan menghancurkan keong emas beserta telurnya yang berwarna pink terang dengan tangan. Gunakan sarung tangan serta sandal atau sepatu dalam melakukannya.

  1. Kapur

Cara lain yang sangat mudah adalah dengan menggunakan kapur yang biasa dipakai untuk bahan bangunan. Letakkan saja sebungkus untuk setiap jarak 3 meter di area sawah atau lahan Anda.

  1. Pestisida

Cara yang paling umum dipakai lantaran praktis dan mudah. Pestisida sangat efektif dalam membasmi keong emas, terutama yang mempunyai kandungan niclos amida.

Mencegah lebih baik daripada mengobati

Tentu saja, sebelum hama keong emas ini muncul, sebaiknya Anda melakukan cara di bawah ini untuk mencegah kemunculannya, seperti:

  • Musuh alami

Musuh alami keong emas adalah penyu dan kepiting. Biarkan saja kepiting di sawah atau lahan Anda jika ingin mencegah hama ini bertambah, atau pelihara bebek untuk memakan keong dan telurnya.

  • Tanaman inang

Bila tidak ingin keong emas mengincar tanaman Anda, gunakan daun pepaya atau singkong sebagai pancingan agar keong-keong tersebut mengumpul di tanaman ini

  • Lubang air

Berikan lubangan air di sekitar sawah dengan saringan agar keong emas tersebut masuk ke dalam air, dan terjebak di dalamnya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *