Kesepakatan Roem Royen antara Belanda dan Indonesia

Kesepakatan Roem Royen antara Belanda dan Indonesia – Perjanjian Roem Royen merupakan sebuah kesepakatan yang dibuat antara Negara Indonesia dan Negara Belanda pada tanggal 7 Mei 1949.Picture1

Latar belakang nama kesepakatan ini adalah bahwa nama perjanjian diambil dari nama perwakilan ke dua Negara yang dijadikan negosiator di dalam pertemuan tersebut. Yang pertama dari Negara Indonesia perwakilannya bernama Mohammad Roem dan untuk Negara Belanda perwakilannya bernama Jan Herman van Roijen.

Tujuan dari dilakukannya pertemuan perwakilan dua Negara ini adalah untuk menguatkan isu-isu utama yang beredar di luaran sana terhadap kemerdekaan Indonesia yang mana dipastikan pada konferensi meja bundar di Den hag, Belanda di kemudian hari pada tahun yang sama.

Di dalam pertemuan ini terdapat beberapa hal utama yang jadi perhatian dan telah disetujui dalam pertemuan yaitu :

1). Pasukan bersenjata Indonesia untuk menghentikan semua aktivitas gerilyanya. Kemudian yang ke

2). Pemerintahan republic Indonesia disetujui untuk menghadiri konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda,

3). Pemulihan pemerintahan republic Indonesia di Yogyakarta,

4). Pasukan tentara Belanda untuk menghentikan semua operasi – operasi militernya dan membebaskan semua tahanan perang yang ada.

Pada tanggal 22 Juni 1949 pertemuan selanjutnya juga dilakukan berkenaan dengan hubungan-hubungan Negara Belanda dan Negara Indonesia ke depannya. Prinsip – prinsip yang juga telah disetujui melalui pertemuan ini adalah sebagai berikut :

1). Melengkapi dan kekuasaan yang tak bersyarat atau yang mutlak untuk dipindah tangankan ke Negara Indonesia sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan sebelumnya yang pernah dilakukan yaitu perjanjian Renville di tahun 1948,

2). Sebuah penyatuan didirikan oleh Negara Belanda dan Negara Indonesia pada dasar hubungan kerja sama yang suka rela dan adil dengan hak – hak yang adil pula,

3). Sebuah kesepakatan dengan memperhatikan untuk memindahkan hak – hak, kekuasaan dan obligasi – obligasi dari hindia belanda ke Negara Indonesia.

Pada tanggal 6 Juli 1949, presiden Indonesia yang menjabat saat itu, presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta kembali dari penjara ke ibu kota Negara republik Indonesia di Yogyakarta (pada saat itu ibu kota Negara republic Indonesia di Yogyakatra sebelum dipindahkan ke Jakarta).

Pada tanggal 13 Juli 1949, Kabinet Hatta mengkonfirmasi perjanjian atau kesepakatan Roem – van Roijen. Pada tanggal 3 Agustus 1949, sebuah gencatan senjata antara belanda dan Indonesia disetujui dilakukan dan kembali ke tempatnya di Jawa pada tanggal 11 Agustus 1949 dan sumatera pada tanggal 15 agustus 1949. Konferensi meja bundar dilakukan pada tanggal 23 agustus 1949 hingga 31 oktober 1949.

Konferensi meja bundar mencapai kesepakatan bersama pada semua isu di dalam agenda dengan pengecualian papua nugini baru yang masih menjadi pertanyaan.

Baca juga : Sejarah Terjadinya Perang Dunia yang Kedua

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *