Keunikan Tradisi Berebut Gunungan saat Grebeg Mulud di Solo

Sekaten adalah upacara kerajaan yang dilaksanakan dalam waktu 7 hari berturut-turut. Sementara untuk upacara Garebek sendiri hanya diselenggarakan 3 kali di dalam 1 penanggalan Jawa yakni pada tanggal 12 Mulud ( bulan ke-3), tanggal 1 Sawal (bulan ke-10) serta tanggal 10 Besar (bulan ke-12).

c 89

Dimana di hari tersebut raja akan mengeluarkan sedekah sebagai wujud rasa syukur atas kemakmuran kerajaan. Sedekah inilah yang dikenal sebagai Hajad Dalem. Sedekah berupa pareden atau gunungan kakung serta gunungan estri (laki-laki dan perempuan).

Gunungan Kakung bentuknya berupa kerucut terpancung yang ujung sebelah atasnya sedikit membulat. Gunungan ini sebagian besar terdiri dari sayuran kacang panjang berwarna hijau yang dirangkai dengan telur itik, cabai merah dan sejumlah perlengkapan makan kering yang lain.

Sisi kiri dan kanannya bahkan dipasangi rangkaian bendera Indonesia berukuran kecil. Sementara Gunung Estri bentuknya menyerupai keranjang bunga yang dipenuhi rangkaian bunga.

Isinya sebagian besar disusun dari beragam makanan kering yang dibuat dari bahan utama beras ataupun beras ketan dengan bentuk lingkaran serta runcing. Gunung Estri juga dihiasi dengan bendera Indonesia berukuran kecil di bagian atasnya.

Kedua gunungan di arak dari keraton menuju Masjid Agung dan didoakan di pendopo masjid. Setelah selesai didoakan, maka tidak lebih dari 20 menit semua isi gunungan sudah habis tanpa sisa.

Potongan-potongan sisa gunungan yang berserak juga menjadi incaran warga pencari berkah yang tidak sanggup untuk ikut berebut. Biasanya pengais grebeg ini adalah wanita yang telah berumur.

Baca Artikel Lainnya :

Berebut memang menjadi tradisi Grebeg Maulud, saling mendahului dalam mendapatkan bagian kedua gunungan. Bahkan sampai setelah berada di luar pendopo, hasil rebutan yang sudah ada di tangan masih saja diincar oleh warga lainnya.

Membawa pulang beberapa bagian gunungan bagi sebagian besar warga dipercaya membawa berkah. Konon menurut penuturan warga sekitar, jika hasil gunungan ditanam atau diletakkan di dekat tanaman yang tidak berbuah membuat pohon tersebut kemudian berbuah, biasanya juga buah yang didapat justru sangat lebat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *