Kisah dan Sejarah Di Balik Tembok Berlin

Tembok Berlin telah runtuh 25 tahun yang lalu. Peristiwa yang juga menandai jatuhnya komunisme serta pendahuluan reunifikasi Jerman pada 1990. Runtuhnya tembok Berlin dirayakan setiap tahun dengan beragam konser, pelepasan ribuan balon saat malam hari dan simposium.

k 34

Perlindungan terhadap Fasisme

13 Agustus 1961 dini hari waktu setempat, Jerman Timur melakukan penutupan perbatasan di antara sektor Barat yang dikuasai oleh Sekutu dan Jerman Timur yang dikuasai oleh Soviet.

Beberapa pekan, pekerja membuat barikade dengan panjang 155 kilometer mengelilingi Berlin Barat. Tembok dengan ketinggian 3,6 meter  dengan bagian paling luar berupa perlindungan ekstra pagar besi, kawat berduri, menara pengawas, jalur anjing penjaga dan alarm tersembunyi.

Walter Ulbricht, pimpinan komunis bahkan menyebut Tembok Berlin “tembok protektif anti fasis,” meski pada kenyataannya tujuan utama dari pendirian tembok hanya untuk mencegah gelombang penduduk ke wilayah Barat.

Masa pelarian

Penjagaan Tembok Berlin yang demikian ketat, tidak membuat orang takut melarikan diri dengan cara menggali terowongan, memanjat, berenang mengitari tembok hingga terbang. Sebagian penduduk lebih memanfaatkan jaringan bawah tanah Berlin, sisanya menggunakan paspor palsu agar bisa keluar.

Tembok kematian Berlin

Sedikitnya ada 136 korban jiwa, termasuk anak-anak yang tewas di sepanjang tembok “Perang Dingin” ini. Beberapa diantaranya ditembak oleh petugas perbatasan Jerman Timur, sementara sisanya tenggelam di Sungai Spree.

Chris Gueffroy adalah korban tewas terakhir yang ditembak mati 9 bulan sebelum Tembok Berlin runtuh.

Tahun 1987, Presiden Ronald Reagan mendesak Mikhail Gorbachev melalui pidato agar sesegra mungkin meruntuhkan Tembok Berlin. Namun tidak mendapatkan tanggapan serius.

Tembok Berlin runtuh

9 November 1989 (malam hari), televisi Jerman Barat menyiarkan otoritas komunitas sudah mencabut adanya larangan bepergian serta memberikan keleluasaan warga Jerman Timur.

Baca Artikel Lainnya :

Berita tersebut padahal merupakan pengumuman membingungkan dari pejabat senior Jerman Timur yang tidak berhasil untuk menyampaian poin penting peraturan baru.

Sebelum otoritas komunis meluruskan pemberitaan, warga Berlin Timur telah berada di Berlin Barat untuk merayakan kebebasan. Di susul penyatuan Jerman Barat dan Timur menjadi 1 negara ( 3 Oktober 1990) setelah kediktatoran komunis menghilang.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *