Kisah Hidup Perjalanan Nabi Muhammad SAW

Bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW merupakan pangeran yang paling ingin ditemui. Beliau merupakan putra pasangan dari Abdullah bin Abdul-Muttalib dengan Aminah binti Wahab yang lahir pada 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah tepatnya pada hari Senin. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW, telah menjadi yatim sebelum meninggal karena sang ayah meninggal.

fu 50

Setelah lahir, Halimah as-Sadi’yah merupakan orang yang mengasuh beliau dan menyusuinya kemudian tinggal di desa Bani Sa’ad. Setelah Nabi Muhammad berumur 5 tahun, beliau dikembalikan ke ibu kandungnya setelah 2 orang berpakaian putih melakukan sesuatu pada dada beliau.

Halimah as-Sa’diyah meninggal karena sakit mendadak ketika mengunjungi makan suaminya ketika Nabi Muhammad berumur 6 tahun. Abdul-Muttalib yang merupakan kakek beliau, kemudian mengasuhnya selama 3 tahun karena sang kakek meninggal dan kemudian beliau tinggal bersama pamannya yang seorang pedagang yang bernama Abu Thalib.

Karena tinggal bersama pamannya, Nabi Muhammad diajarkan berdagang dan beliau diminta untuk menemui Siti Khadijah. Tujuannya untuk membawa barang yang dijual dan Siti Khadijah setuju sehingga beliau pergi ke Syam untuk berdagang dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

Siti Khadijah sangat senang terutama ketika melihat beliau adalah pribadi yang sopan, ramah dan jujur sehingga menumbuhkan rasa kagum dan cinta. Akhirnya Siti Khadijah yang lebih tua dibandingkan Nabi Muhammad, datang melamar dan menikah. Nabi Muhammad-Siti Khadijah dikaruniai 6 orang anak yang sayangnya semua anak laki-lakinya meninggal ketika masih anak-anak. Anak beliau, yaitu:

  • Zainab,
  • Ummu Kaltsum,
  • Fatimah,
  • Abdullah,
  • Ruqayyah,
  • Qasim

Nabi Muhammad menerima wahyu untuk mengajak umatnya menyembah Allah SWT. Awalnya beliau mengajarkan dengan cara sembunyi-sembunyi namun 3 tahun setelahnya, beliau mengajarkannya secara terbuka. Beliau dan para pengikutnya dihina dan dianiaya hingga membuat beliau harus hijrah atau pindah ke Ethiophia.

Kaum Quraisy tertarik dan akhirnya masuk Islam. Namun, beliau tidak mampu membujuk bani Tsaqif saat ke Thaif dan bahkan diusir dan dilempari batu. Kemudian Beliau kembali ke Mekkah dan terjadilah peristiwa Isra’ Mi’raj yang menambah dan menguatkan keimanan Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW tetap menyebarkan agama Islam dan berhasil mengajak bani Yatsrib masuk Islam dan kemudian beliau pindah ke Yatsrib dan membangun angkatan perang untuk menyerang Mekkah hingga akhirnya Mekkah kembali dapat direbut. Ketika di Mekah dan saat perbaikan Ka’bah, Nabi Muhammad didaulat untuk meletakkan Hajar al-Aswad pada dinding Ka’bah yang sedang diperbaiki kaum Quraisy karena rusak akibat banjir.

Hal tersebut dikarenakan Nabi Muhammad adalah orang pertama yang masuk ke masjid. Karena beliau mengangkat, mengembalikan Hajar al-Aswad ke tempat semula, beliau dijuluki Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya. Beliau wafat setelah Haji Wada (11 Hijriah atau Senin, 12 Maulud) dan meninggalkan harta paling berharga yaitu Al-Qur’an dan ajarannya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *