Kisah Pembunuhan yang baru terungkap 22 tahun kemudian

Pada tahun 1975 terjadi kasus pembunuhan seorang remaja putri berusia 16 tahun bernama Martha Moxley yang menghebohkan dunia. Kejadian pembunuhan terjadi di halam rumah Martha Moxley, di daerah Greenwich, London.

f 40

Martha Moxley ditemukan tewas dengan luka bekas pukulan benda keras di kepala, dan diduga diperkosa sesudah dibunuh karena mayat ditemukan dengan kondisi setengah  telanjang. Kasus ini tidak mudah untuk dipecahkan karena bukti –bukti yang ditemukan tidak mampu menunjukkan siapa tersangkanya.

Namun, di samping mayat Moxley ditemukan stik golf yang berdarah yang diduga digunakan pembunuh untuj memukul kepala Martha hingga tewas.

Seiring dengan berjalannya waktu, tidak ada satupun detektif yang mampu mengungkapkan kasus pembunuhan ini bertahun-tahun. Hingga memasuki tahun ke 22, seorang detektif bernama Mark Fuhman yang berasal dari Los Angeles, tertarik untuk memacahkan kasus ini.

Namun ia dipandang sebelah mata oleh orang lain karena sudah banyak detektif yang menyelidiki kasus ini tapi tidak dapat menemukan siapa pembunuhnya bahkan sudah dianggap case close. Untuk mengumpulkan bukti dan menemukan siapa pembunuh Martha Moxley, Mark Fuhman mewawancari keluarga terdekat Martha Moxley dan ibundanya yaitu Dorothy Moxley.

Pada tahun 1975, ada sebuah keluarga yang masih termasuk kerabat Kennedy, yang pindah ke depan rumah Martha Moxley. Keluarga tersebut memiliki 2 orang putra berusia 16 tahun yaitu Michael Skakel dan kakaknya berusia 17 tahun Thomas Skakel.

Martha Moxley yang tidak sengaja waktu itu melihat pertengkaran Michael Skakel dan Thomas Skakel di depan rumahnya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Thomas Skakel. Ternyata kedua kakak beradik itu satu sekolah dengannya. Namun Thomas Skakel mempunyai sifat yang tidak bisa setia dengan 1 wanita, namun itu tidak menghalangi Martha untuk dapat berhubungan lebih dengan Thomas.

Ternyata, Michael Skakel jatuh cinta dengan Martha Moxley dan sangat iri melihat kakaknya itu sering bersama Martha. Lebih parahnya lagi, Martha yang selalu baik dengan semua orang seakan-akan memberikan harapan palsu ke Michael Skakel karena Martha selalu mau jika diajak jalan-jalan dengannya.

Hingga pada suatu malam di tanggal 30 oktober tahun 1975, Skakel bersaudara mengadakan pesta yang dihadiri oleh teman-temannya di sekolah termasuk Martha Moxley. Betapa kagetnya Michel Skakel yang sangat mencintai Martha melihat Thomas Skakel sedang bermesraan di kamar Thomas. Keesokan harinya Martha ditemukan tewas di halaman rumah Martha, dan penyidik kasus mengarah ke Thomas Skakel karena ia yang terakhir bersama Martha.

Ternyata, sebuah fakta pun berhasil dikuak oleh Mark Fuhrman yang saat itu sudah hampir menyerah,  22 tahun setelah kejadian itu bahwa pembunuh Martha Moxley adalah Michael Skakel. Pada malam itu, ia yang kesal melihat kakaknya bermesraan dengan wanita yang ia cinta, geram dan memutuskan untuk membunuh Martha yang saat itu sedang berjalan menuju rumah Martha.

Michael memukul martha dengan stick golf milik ayahnya bertubi-tubi hingga ia tewas. Thomas membuat seolah-olah Martha diperkosa agar pelakunya menuju ke Thomas, tapi Michael sama sekali tidak memperkosanya.

Akhirnya pada tahun 1997, Thomas yang sudah berusia 38 tahun ditangkap oleh kepolisian London dan dikurung dalam penjara hingga saat ini. Tidak ada satu orang pun yang mengarah ke Michael sebagai tersangka karena ia sebenarnya adalah anak yang baik namun karena dibutakan cinta ia berbuat nekat.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *