Kisah Pengorbanan dan Legenda Dewi Bulan

Kisah Pengorbanan dan Legenda Dewi Bulan – Kamu pernah melihat bulan saat malam hari? Bentuk dan cahayanya yang indah mampu membuat mata yang memandangnya terpesona. Namun, ternyata dibalik indahnya sinar bulan tersebut terdapat legenda cerita rakyat yang entah kebenarannya berupa fakta atau hanya mitos. Masyarakat pun cukup mempercayainya dan mengambil hikmah yang baik dari cerita rakyat tersebut.

1

Alkisah pada jaman dahulu di sebuah kerajaan nan megah hiduplah sepasang suami istri yang memiliki seorang bayi perempuan nan cantik yang bernama Endahwarni. Suatu ketika dayang kesayangan sang permaisuri juga sedang mengandung namun dayang tersebut meninggal saat melahirkan bayinya yang juga perempuan.

Bayi sang dayang yang bernama Anteh kemudian diadopsi oleh sang permasuri dan menganngapnya seperti anaknya sendiri. Endah putri kandung raja dan permaisuri tersebut juga sangat menyayangi Anteh layaknya seorang adik. Endah dan Anteh selalu bersama setiap harinya. Meski Anteh adalah dayang pribadi putri Endah namun putri Endah tidak ingin menganggapnya sebagai dayang namun sebagai saudara.

Saat keduanya beranjak dewasa, keduanya sama- sama memiliki paras yang cantik. Keduanya sudah siap dinikahkan. Saat itu keadaan sang raja sudah tua dan ingin segera menikahkan putrinya Endah agar tahtanya dapat diturunkan kepada Endah dan suaminya kelak.

Kedua orangtua Endah pun berniat menjodohkan Endah dengan seorang pangeran yang merupakan anak dari sahabat ayahnya tersebut dari negeri sebrang. Saat sang pangeran datang untuk menemui sang raja dan permaisuri tak sengaja pangeran bertemu dengan Anteh yang sedang membersihkan halaman istana.

Sang pangeran sangat terpesona melihat kecantikan Anteh dan jatuh cinta kepadanya. Namun, sayang sang pangeran tersebut memiliki watak yang kurang baik yaitu segala keinginannya harus terpenuhi. Meski sang pangeran mengetahui bahwa sebenarnya bukan Anteh yang dijodohkan dengannya namun, pangeran tersebut tidak peduli dan tetap ingin menikah dengan Anteh. Putri Endah yang mengetahui hal tersebut menjadi sangat sedih dan berhari- hari putri Endah mengurung diri di kamarnya.

Anteh yang tidak tega melihat sanga putri bersedih menjadi sangat bingung. Putri Endah dan keluarganya sudah sangat baik kepadanya bahkan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Merasa tidak ingin merusak kebahagian kerajaan, Anteh melarikan diri ke sebuah desa terpencil kampong halaman ibunya.

Saat Anteh mencoba mencari tempat tinggal ibunya terdahulu ternyata Anteh bertemu dengan pamannya dan tinggalah mereka bersama. Anteh memang pandai menjahit sehingga Anteh dan pamannya membuka sebuah toko jahit pakaian untuk memenuhi kehidupannya. Disisi lain putrid Endah menikah dengan sang pangeran yang telah dijodohkannya namun mereka tidak hidup bahagia. Sedangkan Anteh menikah dengan seorang pemuda dan memiliki anak.

Suatu ketika putri Endah datang mencari Anteh dan memintanya untuk kembali ke istana. Anteh dan keluarganya bersedia untuk kembali ke istana. Namun, ternyata sang pangeran marah dan kecewa karena saat itu Anteh menolaknya untuk dinikahi.

Baca Artikel Lainnya :

Kemudian pangeran tersebut terus menggangu Anteh untuk tetap mau menikah dengannya meski Anteh telah memiliki suami. Melihat hal tersebut Anteh sangat tidak merasa nyaman dan bersedih serta takut pada sang pangeran. Suatu malam saat bulan muncul Anteh menatap langit sambil menangis dan berdoa untuk pergi meninggalkan kerajaan.

Saat itu cahaya bulan turun dari langit dan menyinari Anteh. Anteh pun terbawa oleh sinar bulan tersebut dan meninggalkan bumi. Anteh pun menjadi dewi bulan.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *