Kisah Pernikahan Nabi Agung Muhammad Saw dengan Istrinya

Nabi agung Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang menjadi utusan Allah SWT. Dalam kisahnya, Nabi Muhammad hidup seperti umat lainnya dan juga mempunyai istri. Dalam pernikahannya, Nabi Muhammad menikah dengan para janda kecuali Aisyah yang masih gadis atas perintah Allah.

fu 13

Yang mana pernikahan tersebut dilakukan demi tujuan agama dimana masa itu. Dimulai dari kisah istri pertama beliau bernama Khatijah binti khuwaylid yang merupakan seorang janda nan sangat kaya raya. Meskipun pada saat itu usia Nabi 25 tahun dan Khatijah 40 tahun namun tak menghalangi pernikahan tersebut.

Bahkan setelah pernikahan ini, Khatijah mengizinkan hartanya digunakan untuk berjuang di jalan Islam bersama. Dalam ikatan pernikahan yang pertama ini, Nadi dan Khatijah dikaruniai 2 anak laki-laki bernama Qasim dan Abdullah serta 4 anak perempuan yakni Zainab, Ruqaiya, Umi dan Fatimah. Akan tetapi, kedua anak laki-lakinya telah meninggal saat usianya masing sangat muda.

Selang dari 25 tahun kemudian, Khatijah meninggal dunia dan setelah itu, Nabi Muhammad diperintahkan oleh Sedangkan dalam kisah pernikahan dengan Aisyah ini, usia Aisyah yang masih sangat muda yakni berusia 12 tahun.

Dalam pernikahannya yang kedua ini, tak dikaruniai seorang anak. Kemudian pada kisah pernikahan yang ketiga, Nabi menikah dengan Sawda binti Zam’a yang merupakan seorang janda dengan lima orang anak. Pernikahan ini terjadi saat Nabi belum berangkat ke kota Madinah. Hingga selang kemudian Nabi berhijrah ke Mekah.

Pada saat di kota Mekah ini terjadi suatu peperangan dan menimbulkan banyak korban. Salah satunya ialah menantu dari Umar bin Khatab yang mempunyai istri bernama Hafsa binti umar. Atas peristiwa tersebut, Hafsa menjadi seorang janda yang dinikahi oleh Nabi.Tak hanya Hafsa saja yang kehilangan suaminya akibat perang, namun juga Zaynab binti Khuzayma. Setelah itu, Nabi juga menikahi Zaynab dan juga seorang muslim yang taat.

Dalam pernikahan Nabi Muhammad ini, beliau menikahi para janda-janda yang suami gugur karena suatu peperangan. Bahkan peperangan juga masih berlanjut dan mengakibatkan beberapa istri harus kehilangan suaminya. Dalam kematian para suami tersebut, Nabi juga menikahi para janda-janda itu, diantara ialah:

  • Safiyyan binti huyeiy akhtab yang mana suaminya telah dieksekusi dalam suatu peperangan yang bernama perang Khaybar.
  • Juwayriyya binti al-haris seorang janda dari suami yang berperang dan merupakan seorang tahanan Banu mustaliq.

Selain dalam kisah tersebut, Nabi Muhammad juga menikahi seorang janda yang bernama Ramla binti abi sufyan. Dalam pernikahan ini terjadi setelah adanya tanda tangan dari perjanjian perdamaian dengan kota Mekah. Tak hanya itu saja kisahnya, seorang Maymuna binti al-haris juga melamar Nabi dan dari pernikahannya ini menjadikan Muhammad mempunyai hubungan baik dengan bani Makhzum.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *