Kisah Sadis Akibat Bullying di Indonesia

Belakangan ini, publik diresahkan dengan berbagai aksi bullying yang terjadi di dunia pendidikan. Beberapa waktu lalu tersiar video yang di dalamnya terdapat aksi kekerasan atau bullying oleh siswi SMP kepada teman perempuannya.

Dalam video tersebut, tampak dengan jelas pembully bisa dengan leluasa menyiksa korban secara verbal, bahkan menamparnya. Korban sendiri, seperti sebagian besar korban lainnya hanya bisa diam dan menangis.

l 21

Tampaknya, para pelajar kita sudah menunjukkan perilaku yang tidak sepantasnya sebagai pelajar, terlebih lagi sudah sangat diluar batas kewajaran.

Kejadian ini hanya satu dari sekian banyaknya aksi bullying yang masih terus terjadi di Indonesia dan belahan dunia yang lain. Semua orang wajib bahu-membahu untuk menghentikan praktik bullying ini agar tidak lahir generasi muda yang tumbuh di bawah tekanan, minder, apalagi dengan dendam dan keadaan mental yang rusak akibat menjadi korban bullying.

Kasus Bullying STPDN / IPDN

Bullying yang terjadi di STPDN/IPDN yang notabene merupakan salah satu lembaga pendidikan yang akan melepas anak didiknya untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa—justru sangat parah, bahkan mungkin menjadi salah satu yang tersadis yang pernah terjadi di lembaga pendidikan Indonesia.

Sebut saja, beberapa mahasiswa yang telah meninggal akibat ospek di IPDN ini antara lain:

  • Tahun 2000, Erie Rakhman
  • Tahun 2004, Wahyu Hidayat
  • Tahun 2007, Clift Muntu

Kemudian, di Sekolah Tinggi Sandi Negara, Bogor juga terdapat kasus bullying yang menyebabkan mahasiswanya terbunuh karena dianiaya saat ospek yaitu:

  • Tahun 2009, Wisnu Anjar Kusumo.

Pada 3 April, 2007 yang lalu, Cliff Muntu meninggal secara misterius di IPDN. Pada awalnya, pihak kampus membantah bahwa Cliff meninggal di kampus, dan menyatakan bahwa Cliff meninggal di RS Al Islam, Bandung.

Namun, dokter di rumah sakit tersebut mengatakan bahwa Cliff telah meninggal dunia ketika sampai di rumah sakit.

Pihak kampus berusaha menutupi penyebab kematian Cliff meski di sekujur tubuhnya ditemukan luka-luka akibat aniaya. Pada bagian perut dan dadanya terdapat banyak bekas suntikan formalin. Diduga hal ini dilakukan untuk menutupi penyebab kematian Cliff.

Namun, akhirnya terkuak bahwa penyebab kematian Cliff karena pendarahan pada beberapa organ bagian dalam tubuhnya.

Berdasarkan hasil otopsi oleh tim forensik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, ditemukan bukti bahwa paru, jantung, hati, otak, ginjal, dada, dan buah pelir praja ini mengalami pendarahan akibat pukulan benda tumpul di tubuhnya.

Ia juga mengalami pendarahan luas dan bendungan pembuluh darah di beberapa organ dalam tubuhnya seperti otak, kulit dada, dan buah pelirnya.

Pada laporan tersebut juga menyatakan bahwa pada tubuh mahasiswa itu tidak terdapat tanda-tanda penggunaan narkoba dan infeksi virus.

Baca Artikel Lainnya :

Kasus di atas hanya satu diantara sekian banyak kasus kekerasan akibat tindak bullying yang terjadi di Indonesia. Mungkin masih banyak kasus-kasus lain yang lebih kejam dan memprihatinkan terjadi di lembaga pendidikan bangsa ini.

Motif dari tindakan bullying di Indonesia rata-rata karena senioritas—superioritas antara senior pada juniornya. Dan terjadi di semua tingkat pendidikan dari SD, SMP, SMA, sampai bangku perkuliahan.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *