Kisah Sejarah Dari Kerajaan Kediri

Kerajaan bercorak Hindu dan Budha di Indonesia tidaklah sedikit dan salah satunya ialah kerajaan Kediri. Yang mana kerajaan ini mempunyai raja bernama Airlangga yang dimana pada tahun 1019 lalu telah berhasil membawa kejayaan Medang Kamulan berpusat di Kahuripan. Dalam pemerintahannya tersebut, sang raja membagi dua kerajaan tersebut dan masing-masing diberikan kepada putranya.

f 5

Dari kedua anaknya masing-masing berada di kerajaan Kahuripan atau di kerajaan Jenggala dan yang satunya ialah kerajaan Kediri atau disebut kerajaan Panjalu. Pemisahan wilayah ini terjadi di tahun 1041 dan menjadikan perkembangan Kediri jauh lebih pesat dibandingkan dengan kerajaan Jenggala.

Masa awal kerajaan Kediri

Raja yang memerintah di Kediri yang bernama Mapanji Garasakan merupakan raja di kerajaan Kediri yang pertama. Selepas sepeninggalnya, kuasa pun dipindahkan ke Mapanji Alanjung di tahun 1052.Hingga setelah masa pemerintahan raja Mapanji berakhir, barulah kepemimpinan berpindah ke Sri Maharaja Samarotsaha.

Pemerintahan di kerajaan Kediri

Sekalipun pemerintahan terus berganti tak membuat kerajaan Kediri dan Jenggala berdamai. Kedua kerajaan ini pun terus mengalami persaingan hingga perselisihan. Bahkan kedua kerajaan ini tak dijumpai kisahnya selama 60 tahun kemudian. Hingga di tahun 1116 muncullah seorang raja yang bernama Bameswara yang mendirikan pemerintahan kerajaan di Daha. Dari pemerintahannya, perkembangan pun terus berlanjut dan akhirnya berpindah ke Kediri atau Panjalu. Kemudian kerajaan baru tersebut diberi nama sebagai kerajaan Kediri.

Sejak tahun 1135 atau tahun dimana era dari raja Bameswara berakhir terjadilah masa pemerintahan yang beralih ke Sri Jayabhaya. Dari masa pemerintahan itu pun menjadikan suatu kejayaan dan kemakmuran yang cukup besar.

Hingga menjadikan kerajaan Kediri semakin memperluas kekuasannya dengan mudah. Bahkan di seluruh pulau Jawa menjadi satu area yang merupakan wilayah kekuasaan dari kerajaan Kediri. Kekayaan dan kejayaan dari kerajaan ini pun melebihi akan daerah Sumatera dan sekitarnya.

Dari masa pemerintahan Jayabhaya yang cukup lama dan di tahun 1159 ia turun tahta dan digeser oleh raja baru bernama Sarweswara. Dalam pemerintah kerajaan Kediri yang bercorak Hindu Budha ini, sang raja pun menggunakan sebuah lencana berbentuk Ganesha. Bahkan simbol tersebut terus digunakan hingga pemerintahan Sri Aryeswara yang menggantikan Sarweswara di tahun 1171.

Penggunaan lambang ini pun menjadi salah satu kebijakan yang menyatakan bahwa nama hewan dijadikan sebagai gelar pangkat. Peristiwa ini pun terungkap pada prasasti yang ditinggalkan.

Masa berakhirnya kerajaan Kediri

Masa pemerintahan dari Sri Aryeswara yang bertahan selama satu dekade ini digantikan oleh Sri Gandra. Hingga tak lama kemudian masa pemerintahan Sri Gandra berakhir dan beralih ke raja Kertajaya. Yang mana Kertajaya ini ialah raja terakhir dari kerajaan Kediri selepas peperangan yang terjadi saat pemerintahannya dengan Brahmana. Kekalahan ini dipicu adanya bantuan dari Ken Arok yang diminta oleh Brahmana untuk membantunya.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *