Kisah tentang Kebo Bule di Solo

Jika anda berkunjung ke Keraton Solo, pasti anda diajak oleh Pengurus Keraton untuk melihat beberapa kebo bule Kyai Slamet Solo di sekitar kawasan keraton. Disebut kebo bule karena warna kulit kerbau ini adalah putih ke merah mudaan. Namun mengapa terdapat sebutan Kyai Slamet Solo di nama kerbau tersebut? Berikut ini adalah kisahnya.

f 42

Menurut kitab yang ditulis oleh Raden Mas said,  nenek moyang kebo tersebut merupakan hewan peliharaan kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II. Kebo yang merupakan hewan peliharaan kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II ini adalah hadiah dari Bupati Ponorogo yang diberikan bersamaan dengan sebuah benda pusaka bernama Kyai Slamet.

Oleh karena itu, kebo bule ini sering disebut juga dengan Kebo Bule Kyai Slamet Solo. Oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II, kebo Bule dibikinkan lahan khusus untuk kandang dari kebo tersebut yang letaknya di kawasan Keraton Solo.

Setiap harinya Sri Susuhunan Pakubuwono II memerintahkan abdi dalem untuk melepas kebo tersebut di sekitaran keraton. Namun, abdi dalem diperintahkan untuk memperhatikan kebo tersebut agar tidak lepas ke lain tempat.

Kebo Bule Kyai Slamet Solo ini sangat dikeramatkan oleh masyarakat Solo, karena merupakan binantang kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II.  Pada malam 1 Suro, setiap pelaksanaan upacara adat yang rutin setiap tahunnya, kebo bule Kyai Slamet selalu diikut sertakan dalam upacara.

Kebo Bule Kyai Slamet diletakkan di barisan pertama saat iring-iringan mengelilingi Kota Solo. Upacara ini hanyadapat di laksanakan pada jam 1 dini hari . Konon katanya, Kebo Bule Kyai Slamet hanya mau keluar dari kandang setiap pukul 1 dini hari saja, diluar jam itu Kebo Bule Kyai Slamet tidak akan mau keluar dari kandang.

Dan ajaibnya, Kebo tersebut tak perlu susah payah di tarik-tarik untuk bisa keluar dari kandang, Kebo tersebut akan dengan sendirinya keluar kandang saat upacara akan dimulai. Kebo Bule ini menjadi daya tarik terbesar masyarakat Solo maupun wisatawan Asing untuk melihat sosok dari Kebo Bule ini.

Rombangan Kebo Bule akan diarak-arak mengelilingi kota Solo oleh pasukan abdi dalem. Banyak masyarakat Solo yang berusaha untuk memegang Kebo Bule Kyai Slamet Solo yang dinilai suci oleh sebagian orang. Selain itu, tidak sedikit orang yang mengumpulkan kotoran milik Kebo Bule Slamet Solo untuk digunakan sebagaiobat untuk kesehatan. Menurut beberapa orang, kotorang Kebo Bule Kyai Slamet dapat menyembukan dari penyakit dan dapat menjaga kesehatan dan stamina.

Hingga saat ini keberadaan Kebo Bule Kyai Slamet masih ada dan berjumlah lebih dari 13 ekor. Kebo Bule Kyai Slamet ini sengaja dikembang biakan agar tidak punah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *